TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Tambal Subsidi BBM, Pemerintah Genjot Pendapatan
TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah akan menggenjot pendapatan negara tahun ini. Tujuannya untuk berjaga-jaga menambal membengkaknya subsisi bahan bakar minyak dan listrik pada tahun ini. Adapun belanja pemerintah akan lebih menghemat.
Perubahan anggaran ini akan diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012 yang akan diajukan lebih cepat sebelum Juni mendatang. “Penerimaan ada perbaikan, tetapi pengeluaran kayaknya tetap harus lebih dikendalikan,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Hotel Borobudur Senin 6 Februari 2012.
Pengajuan anggaran baru pada APBN Perubahan, tidak akan mengubah defisit anggaran sebesar 1,5 persen. “Itu untuk menjaga defisit tetap terjaga di 1,5 persen,” ujarnya. Sebelumnya Kementerian Keuangan berkomitmen untuk menggenjot penerimaan pajak dari sektor tambang. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mendirikan Kantor Pelayanan Pajak khusus untuk Tambang. Selain itu pemerintah sedang mengkaji besaran pajak Usaha Kecil Menengah.
Adapun belanja pemerintah, Agus menambahkan, akan dilakukan pemotongan anggaran untuk program yang tidak prioritas. Program yang tidak prioritas tersebut belum ditentukan. Berdasarkan penghematan anggaran yang dilakukan tahun lalu pemerintah mampu menghemat anggaran Rp 14 triliun. Direktur Jenderal Anggaran Herry Purnomo mengatakan anggaran yang akan dipotong terutama dalam bentul belanja barang dan operasional.
Agus mengisyaratkan menambah subsidi bahan bakar minyak dan listrik karena memprediksi adanya hambatan pada pembatasan bahan bakar minyak dan kenaikan tarif listrik yang dibatalkan. Subsisi bahan bakar minyak tahun ini dialokasikan Rp 123,6 triliun dan subsidi listrik dialokasikan Rp 45,6 triliun. Pembengkakan subsidi disebabkan kenaikan minyak dunia yang berakibat naiknya Indonesia Crued Price yang mencapai US$ 110 per barel lebih tinggi dari asumsi pada APBN yang ditetapkan US$ 90 per barel.
AKBAR TRI KURNIAWAN





