foto

TEMPO/Budi Purwanto

Pembangunan Waduk Jatibarang Dikebut  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mempercepat pembangunan waduk Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, menjadi Oktober tahun depan dari target awal 2014. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Isprasetya Basuki, mengatakan, pada November 2013 waduk sudah bisa diisi air.



 



“Karena November sudah masuk musim hujan. Kalau pembangunannya molor maka harus menunggu musim hujan selanjutnya untuk bisa digenangi,” ujar Isprasetya, Senin, 6 Februari 2012.



 



Saat ini, kata dia, realisasi progres fisik sudah mencapai 37,51 persen dan melebihi rencana awal. Kontrak pembangunan waduk Jatibarang ditandatangani pada 15 Oktober 2009 dan ditargetkan rampung pada 8 Januari 2014. Waduk ini meliputi empat kelurahan, yakni Jatibarang, Jatirejo, Kedungpane, dan Kandri.

Waduk Jatibarang nantinya akan memiliki daya tampung sebesar 2,6 juta meter kubik per detik dan dapat mengurangi debit banjir hingga 170 meter kubik per detik. Menurut Isprasetya, pembangunan waduk ini berawal pada tahun 1990-an pada saat banjir melanda Semarang. Akibat banjir tersebut sebanyak 47 orang meninggal dunia. “Nantinya waduk ini diharapkan bisa mengurangi banjir di kota Semarang.”

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Waduk Jatibarang, Mochammad Mazid, mengatakan, selain untuk penanganan banjir, waduk berfungsi untuk menghasilkan listrik sebesar 1,5 megawatt dan sumber air baku dengan kapasitas 1.050 meter kubik per detik. Kapasitas air baku tersebut dapat mencukupi kebutuhan untuk sekitar 2,5 juta jiwa.

ROSALINA