foto

Retakan yang diakibatkan gempa bumi terlihat di sebuah jalan di kawasan Negros Oriental, Filipina tengah (6/2). REUTERS/Hulagway ug Kasikas sa Dumaguete/Handout

Jumlah Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah  

TEMPO.CO , Manila- Gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter yang berpusat tak jauh dari kepulauan Negros telah mengakibatkan tanah longsor di Guihulngan. Gempa ini tidak hanya menghancurkan bangunan tetapi juga telah mengubur korban di rumah mereka. Sementara ini dikabarkan menewaskan 40 orang, termasuk seorang gadis sembilan tahun. "29 tewas di desa barangay dari Planas saat longsor dipicu oleh gempa. Lebih dari 10 orang lainnya juga dilaporkan tewas akibat tanah longsor di lokasi lain," kata Walikota Guihulngan Ernesto Reyes.

Tim penyelamat telah terjun dengan menggali tanah yang longsor di kota yang berpenduduk 180 ribu orang ini. Reyes mengatakan 10 orang telah dinyatakan tewas, termasuk mahasiswa di sekolah perguruan tinggi, sebuah sekolah dasar dan bangunan pasar yang runtuh. Sekitar 100 orang terluka sudah dibawa ke rumah sakit.
 
Gempa juga Solongon di kota La Libertad terjadi sekitar pukul 11.49 waktu setempat yang sempat memicu tanah longsor. Kepolisian belum bisa memastikan jumlah orang yang terjebak. "Kami telah memulai penyelamatan karena ada orang-orang terjebak di dalam. Beberapa dari mereka berteriak minta bantuan," kata Kepala polisi La Libertad Inspektur Eric Arrol Besario.

Saat ini, lanjutnya, kota La Libertad terisolasi. Tiga jembatan utama di kota itu retak dan tidak bisa dilewati. Sebuah gedung perkantoran tiga lantai juga runtuh di La Libertad. Untung saja penghuninya sudah menyelamatkan diri.

Seismolog Filipina mengeluarkan peringatan kemungkinan terjadi tsunami untuk pulau-pulau sekitarnya. Gelombang besar telah menerpa sebuah resor pantai di La Libertad, tapi tidak ada laporan cedera. Masyarakat setempat bergegas keluar dari sekolah, mall dan kantor untuk menyelamatkan diri.

Daratan yang paling dekat dengan pusat gempa di Tayasan, sebuah kota pesisir yang dihuni 32.000 orang diapit oleh pegunungan di Negros Oriental. "Dua meninggal di wilayah ini, termasuk seorang anak ketika sebuah pagar beton rumahnya runtuh," kata Benito Ramos, kepala Kantor Pertahanan Sipil. Satu anak tewas dalam sebuah gereja ketika tembok runtuh saat pemakaman di kota Jimalalud Negros Oriental.

Kepala Polisi Tayasan Alfred Vicente Silvosa telah meminta penduduk untuk tidak kembali ke rumah. Hal ini menghindari adanya gempa susulan yang lebih kuat. "Kami minta mereka berada di luar, di alun-alun kota," kata Silvosa.

Lembaga Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa itu berpusat 72 kilometer utara kota Dumaguete dan berada pada kedalaman 246 kilometer. Filipina berada Cincin Pasifik dimana memiliki potensi gempa bumi dan aktivitas gunung berapi yang besar. Sebuah gempa 7,7 skala Richter menewaskan hampir 2.000 orang di Luzon pada tahun 1990.

AP | INQUIRER | EKO ARI