Gunung Semeru kembali menggugurkan lava pijar pagi ini (2/2) sekitar pukul 06.00 Wib. Jarak luncur guguran lava pijar itu mencapai 500 meter dari puncak. TEMPO/David Priyasidharta
Topik
Kabupaten Malang Waspadai Aktivitas Gunung Semeru
TEMPO.CO, Malang - Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang, Fakhrudin Ali Ahmad, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang mewaspadai peningkatan aktivitas Gunung Semeru. ”Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Fakhrudin, Senin, 6 Februari 2012.
Menurut Fakhrudin, desa-desa yang tersebar di empat kecamatan yang berbatasan langsung dengan Semeru mendapat perhatian khusus, terutama Desa Tamansari dan Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading. Desa lainnya terdapat di Kecamatan Wajak, Tirtoyudo, dan Kecamatan Poncokusumo.
Fakhrudin juga menjelaskan, Tagana Kabupaten Malang terus melakukan komunikasi dengan relawan yang ada di Kabupaten Lumajang, khususnya yang bertugas di Kecamatan Pronojiwo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, kata Fakhrudin, Tagana Kabupaten Malang melibatkan komunitas relawan, seperti Laskar Semeru Jatim di Pronojiwo, juga relawan dari Kecamatan Ampelgading, Wajak, Tirtoyudo, dan Kecamatan Poncokusumo.
Kewaspadaan juga dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. Sekretaris PMI, Apriliyanto, mengatakan di tiap kecamatan disiagakan minimal 20 relawan. Mereka bertugas memberikan informasi setiap perkembangan yang terjadi berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru. “Mereka juga bertugas menyiapkan kebutuhan awal jika terjadi bencana Semeru,” ujar Apriliyanto.
Namun, menurut Apriliyanto, hingga kini peningkatan aktivitas Gunung Semeru belum membahayakan wilayah Kabupaten Malang. Warga Desa Tamansari dan Desa Mulyosari, Kecamatan Ampelgading, masih bisa beraktivitas seperti biasa. Pelaksana Tugas Camat Ampelgading, Agung Wicaksono, membenarkan keterangan Apriliyanto.
Bupati Malang, Rendra Kresna, menyebutkan Kecamatan Ampelgading, Wajak, Tirtoyudo, dan Kecamatan Poncokusumo paling berpotensi terancam bencana Gunung Semeru. Namun hingga kini belum ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana (KRB).
Diberitakan sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Jumat, 3 Pebruari 2012, dilaporkan menaikkan status aktivitas Gunung Semeru dari waspada menjadi siaga. Hal ini dilakukan menyusul peningkatan guguran lava pijar gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Terjadi 73 kali letusan dan embusan, sembilan kali guguran, dan satu kali tektonik jauh. Sehari sebelumnya, Kamis, 2 Februari 2012, terjadi luncuran guguran lava pijar sejauh 750 meter dari bibir kawah. Guguran lava pijar itu terlihat dari Desa Oro-oro Ombo membentuk asap putih keabu-abuan yang bergulung turun ke bawah ke arah tenggara yang merupakan bukaan kawah Jonggring Seloka.
ABDI PURMONO





