TEMPO/Imam Yunni
Topik
Legislator Demokrat Lumajang Dituding Memeras
TEMPO.CO, Lumajang - Kasus pemerasan yang melibatkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dari Partai Demokrat, Rudi Hartono, terkuak ke publik. Sejumlah dokumen pemeriksaan, termasuk oleh Badan Kehormatan, beredar luas beberapa hari terakhir. ”Kasusnya sudah lama terjadi. Ada pelanggaran disiplin dan kode etik,” kata Ketua DPRD Lumajang, Agus Wicaksono, Senin, 6 Pebruari 2012.
Agus tak menyangkal pernah memberikan surat teguran kepada Rudi Hartono. Teguran diberikan sesuai dengan rekomendasi Badan Kehormatan DPRD setelah melakukan pemeriksaan serta investigasi yang dilakukan terhadap tuduhan pemerasan yang dilakukan Rudi. Kepada Rudi juga diingatkan agar tidak mengulangi perbuatannya. ”Partai Demokrat di pusat dan daerah sama saja,” ujar Agus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kasus pemerasan terjadi pada awal 2010. Kasus bermula dari laporan aktivis lembaga swadaya masyarakat dan wartawan yang mengungkap penyimpangan penggunaan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan tahun anggaran 2009 di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Disebutkan terjadi kesalahan teknis pelaksanaan pembangunan gedung sekolah yang menggunakan DAK. Merasa tertekan, sejumlah perwakilan kepala SD negeri di Kecamatan Tempeh bertemu tiga orang di sebuah warung di belakang Gedung Olah Raga Lumajang. Salah seorang dari tiga orang tersebut adalah Rudi Hartono.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa setiap kepala sekolah yang menerima DAK siap memberikan urunan Rp 750 ribu per orang agar kasus penyimpangan bisa bebers. Dari hasil urunan terkumpul dana Rp 11 juta. Uang diserahkan kepada Iwan Santoso yang disebut sebagai orang suruhan Rudi Hartono. Penyerahan uang disertai kuitansi.
Menurut hasil pemeriksaan Badan Kehormatan, Rudi Hartono tidak terbukti melakukan pemerasan. Namun Rudi Hartono melakukan pelanggaran kode etik. Mendapatkan laporan penyimpangan DAK tapi tidak dibawa ke DPRD untuk dijadikan agenda pembahasan. Perilaku Rudi Hartono bisa mempengaruhi citra dan kewibawaan DPRD.
Rudi Hartono menyangkal mengenal Iwan Santoso. Rudi pun membantah pernah mengutus Iwan menangani penyimpangangan penggunaan DAK di Kecamatan Tempeh. Adapun kehadirannya di sebuah warung di belakang GOR Lumajang sebatas mendengarkan klarifikasi perwakilan kepala SD negeri Tempeh. Namun pertemuan di warung tersebut diakuinya tidak dilaporkan ke DPRD.
DAVID PRIYASIDHARTA





