TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Penjambret Keok di Tangan Nenek
TEMPO.CO, Blitar - Seorang tersangka penjambret babak belur dihajar massa setelah sempat terlibat duel dengan seorang nenek yang menjadi korbannya. Tersangka pelaku tak menduga sang nenek berani melawan saat dijambret.
Aksi heroik ini dilakukan oleh Mesyati, 55 tahun, warga Dusun Salam, Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Nenek empat cucu ini dengan gigih melawan ketika Yulianto, 27 tahun, berusaha menarik kalung seberat tujuh gram yang melingkar di lehernya. Peristiwa itu terjadi saat Mesyati sedang menunggui toko bangunan miliknya pada Selasa pagi, 7 Februari 2012. "Dia berpura-pura membeli sepatu bot," kata Mesyati.
Ketika tengah memilih sepatu, tiba-tiba Yulianto menarik kalungnya. Namun Mesyati dengan spontan mempertahankan kalungnya sambil memukul wajah Yulianto berulang kali. Tak berhenti di situ, perkelahian tersebut terus berlanjut hingga Yulianto lari menuju sepeda motornya.
Tak ingin buruannya kabur, Mesyati merobohkan motor penjambret sambil berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan. Dalam sekejap warga yang berkerumun menghujani Yulianto dengan bogem mentah. Beruntung polisi menyelamatkannya dan membawanya ke kantor Kepolisian Sektor Nglegok.
Dalam kondisi wajah memar dan berdarah, Yulianto mengakui perbuatannya. Dia tak menduga korban yang sudah diincarnya mampu memberikan perlawanan.
Kepala Kepolisian Sektor Nglegok Ajun Komisaris Priyo Sulistiono memuji keberanian korban. Dia meminta warga turut memberantas aksi kejahatan seperti yang dilakukan Mesyati. Pelaku dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.
HARI TRI WASONO





