foto

Siti Fadillah Supari. ANTARA/Andika Wahyu

Mantan Menteri Siti Fadillah Diperiksa Lagi  

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa bekas Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, Selasa, 7 Februari 2011. Siti bakal bersaksi untuk Ratna Dewi Umar, tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan penanganan flu burung 2006.

Siti memenuhi panggilan KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Mengenakan kemeja batik hitam bercorak cokelat dipadu dengan rok hitam, Siti tampil santai di hadapan wartawan. "Saya datang ke sini berkali-kali dengan kasus yang berbeda-beda. Jadi, kira-kira ada tujuh kasus lah," ujar dia di halaman kantor KPK.

Siti mengakui dirinya tidak melihat perilaku korup anak buahnya saat dirinya menjabat Menteri Kesehatan. “Ya enggak keliatan, itu banyak banget proyeknya. Ribuan proyeknya," ujar dia sembari langsung memasuki ruang tunggu pemeriksaan.

Ratna Dewi adalah Direktur Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan. Ia ditetapkan tersangka bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Mulya A. Hasyim. Namun, sejak ditetapkan tersangka pada 2009 lalu, keduanya belum dijebloskan ke tahanan.

Mereka diduga terlibat dalam penunjukan langsung PT Bersaudara untuk pengadaan alat kesehatan yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 36,3 miliar. Kasus ini menyeret sejumlah nama besar. Selain Siti, mencuat pula nama mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Sutrisno Bachir, serta Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Sutrisno maupun Bakrie membantah terlibat.

Menurut Siti, dirinya hanya dimintai konfirmasi mengenai identitas tersangka dalam kasus itu. Ia pun yakin dirinya tidak melakukan kesalahan dalam proyek itu. "Saya harus memberikan konfirmasi dan klarifikasi," ujar dia. "Memang saya menterinya waktu itu dan harus ada yang diterangkan."

TRI SUHARMAN