foto

Refleksi karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Global Market Permata Bank, Jakarta, Selasa (10/1). ANTARA/Rosa Panggabean

Pefindo Kejar Obligasi Rp 55 Triliun  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia menargetkan dapat memeringkat surat utang atau obligasi dan medium term note (MTN) mencapai Rp 55 triliun pada 2012. Ini meningkat 7,84 persen dibandingkan realisasi pemeringkatan obligasi dan MTN pada tahun lalu. "Pada 2011 sebanyak Rp 51 triliun obligasi dan MTN yang diperingkat," ujar Direktur Utama Pefindo, Ronald Tauvik A. Kasim, di kantornya dalam Media Forum Pefindo, Selasa 7 Februari 2012.

Dari target ini, kata Ronald, Rp 50 triliun di antaranya diperoleh dari obligasi. Sedangkan sisanya dari MTN.

Perusahaan percaya tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu, meski krisis perekonomian global dari 2011 masih membayangi. Ronald mengakui krisis global menyebabkan sejumlah ketidakpastian. Namun melihat kinerja perusahan-perusahaan Indonesia yang terus meningkat, Pefindo yakin banyak yang akan menerbitkan obligasi pada tahun ini.

Alasan lain, tahun ini banyak obligasi perusahaan yang jatuh tempo, yaitu mencapai Rp 25-28 triliun. "Perusahaan-perusahaan ini kemungkinan akan kembali melakukan obligasi pada 2012," ujarnya.

Selain itu, suku bunga yang cenderung turun juga menjadi faktor pendorong meningkatnya pemeringkatan obligasi pada tahun ini. "Tren suku bunga positif. Ini dapat berdampak positif," ujarnya.

Ronald menjelaskan sepanjang 2011 Pefindo dapat meningkatkan pangsa pasar pemeringkatan obligasi dari sebelumnya 82,88 persen menjadi 91,45 persen. Perusahaan yang melakukan pemeringkatan pun bertambah menjadi 47 perusahaan dari sebelumnya hanya 24 perusahaan.

Sedangkan untuk produk valuasi saham yang dilakukan fokus diberikan untuk perusahaan menengah yang telah masuk Bursa Efek Indonesia, Pefindo telah melakukannya ke 40 perusahaan.

Pefindo juga telah memeringkat dua pemerintah daerah, yaitu Balikpapan dan Makassar. "Masing-masing mendapat peringkat A dan A- dari kami," ucapnya.

SUTJI DECILYA