foto

ANTARA/Rosa Panggabean

Tekanan Jual Berlanjut, Indeks Susut 19 Poin

TEMPO.CO, Jakarta - Berlanjutnya tekanan jual dari para investor terhadap saham-saham unggulan di bursa domestik membuat indeks kembali terkoreksi. Investor asing yang juga melepas portofolio sahamnya turut menekan indeks menjauh dari level 4.000.

Dalam perdagangan hari ini, Selasa, 7 Februari 2012, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup turun 19,336 poin (0,49 persen) ke level 3.955,452.

Saham yang berpindah tangan mencapai 5,08 miliar lembar, dengan nilai Rp 5,37 triliun, serta frekuensi 117,18 ribu kali transaksi. Harga 97 saham naik, 113 saham turun, serta 106 saham lainnya stagnan. Investor asing mencatat penjualan bersih cukup besar, Rp 603 miliar.

Analis dari PT Batavia Prosperindo Sekuritas, Julio Parningotan, menjelaskan aksi ambil untung yang kembali dilakukan oleh investor setelah indeks sempat menembus 4.000 kembali menekan bursa domestik. Makin dekatnya jatuh tempo utang Yunani yang harus dibayar membuat para investor cemas. Pasalnya  sampai saat ini belum ada kejelasan kucuran dana talangan bagi Negeri Para Dewa. “Ini yang membebani pergerakan indeks,” kata Julio.

Dari faktor domestik sebenarnya tidak ada masalah. Ekonomi Indonesia tahun 2011 yang masih tumbuh 6,5 persen tidak mendapat respons positif dari pasar karena sudah sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Tidak ada sesuatu yang mengejutkan, sehingga pergerakan indeks lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Isu kenaikan tarif daya listrik (TDL) ataupun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebenarnya sudah tidak banyak mempengaruhi perdagangan bursa lokal, dan itu sudah lama. Perhatian investor justru tertuju pada utang Yunani yang akan segera jatuh tempo.

Dari kawasan regional, bursa Asia sore ini ditutup beragam. Kekecewaan investor terhadap pelonggaran likuiditas di Cina membuat bursa utama Asia melemah. Bursa Shanghai sore ini ditutup jatuh 1,68 persen, diikuti bursa Australia turun 0,45 persen, bursa Hong Kong terkoreksi tipis 0,05 persen, serta bursa Tokyo juga turun 0,13 persen.

Sedangkan bursa Seoul berhasil menguat 0,43 persen, bursa Taiwan naik 0,25 prsen, serta bursa Singapura juga naik 0,6 persen.

VIVA B. KUSNANDAR