foto

pertamina

Pertamina Minta Kepastian Insentif Kilang BBM

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah segera membuat kebijakan yang pasti terkait janji pemberian insentif untuk pembangunan dan pengembangan kilang bahan bakar minyak di dalam negeri.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, M Afdal Bahaudin mulai khawatir terdapatnya kemunduran beberapa proyek pembangunan kilang akibat tidak adanya kepastian intensif untuk para investor.

Contohnya adalah pembangunan Kilang Balongan di Jawa Barat. "Kemungkinan bisa mundur. Pemberian insentif kan ada di pemerintah, tapi Pertamina coba tetap jalan," katanya, saat dijumpai di Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 7 Februari 2012.

Kilang Balongan II adalah perluasan Kilang Balongan I yang ditujukan untuk menaikkan kapasitas Balongan sebanyak 200 ribu barel per hari. Dengan mengoperasikan kilang Balongan II, kapasitas seluruhnya diperkirakan mencapai 325 ribu barel per hari. Untuk membangun kilang ini, Pertamina menggandeng investor Kuwait.

Pertamina menargetkan kilang tersebut dapat beroperasi pada 2017. Pertamina menggandeng Kuwait karena investasi untuk membangun kilang tersebut tidaklah kecil."Bisa bermiliar dolar,perkiraan untuk kapasitas 250 ribu-300 ribu barel per hari saja butuh investasi sekitar US$8-9 miliar," katanya.

Setelah terdapat kepastian insentif, pembangunan kilang pun masih terdapat beberapa tahap mulai dari penyediaan lahan dan lainnya. Meskipun Kuwait tidak memberi tenggat waktu soal pemberian insentif, Afdhal khawatir investor tersebut bisa lari dari Indonesia karena ketidakjelasan. "Hak dia kalau tidak merasa kondusif di sini, itu mungkin saja."

Saat ini kilang yang beroperasi di Indonesia dimiliki Pertamina. Kemampuan produksi kilang milik Pertamina baru berkisar 1 juta barel per hari. Kapasitas ini lebih rendah daripada kebutuhan dalam negeri sebesar 1,3 juta barel per hari. Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Pertamina mengimpor 300 ribu barel setiap hari.

Kilang yang beroperasi saat ini adalah kilang Dumai di Riau berkapasitas 170 ribu barel per hari, Plaju di Sumatera 118 ribu barel per hari, dan Cilacap di Jawa Tengah sebanyak 348 ribu barel per hari. Selain itu, Balikpapan di Kalimantan Timur 260 ribu barel per hari, Balongan di Jawa Barat 125 ribu barel per hari, serta Kasim di Papua Barat 10 ribu barel per hari.

GUSTIDHA BUDIARTIE