foto

Pekerja usai memasang bola-bola besi penghalang penumpang atap gerbong kereta api di jalur kereta api Tambun-Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/1). Setelah akan mengancam akan menghukumpidanakan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mencoba cara baru dengan memasang penghalang berupa bola besi untuk meminimalisir penumpang bandel yang naik di atap gerbong. TEMPO/Tony Hartawan

PT KA Tambah Kapasitas Kereta Barang

TEMPO.CO, Jakarta -PT Kereta Api Indonesia (KA) persero merencanakan penambahan kapasitas kereta api barang. Rencananya penambahan kapasitas logistik tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Targetnya tahun 2030 kami dapat mengangkut 995 juta ton per tahun,” kata Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan, Selasa, 7 Februari 2012.

Angka tersebut ditargetkan mencapai 15 hingga 17 persen dari target share pengangkutan barang yang diangkut oleh seluruh jenis transportasi yang ada. Untuk memenuhi target tersebut, KAI memaparkan membutuhkan 1.985 unit lokomotif dan 39.645 unit gerbong.

Ignatius menyatakan hal tersebut harus dilakukan karena angkutan jalan raya terbatas. Ha ini juga diakui oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi V Sadarestuwati. Selama ini produk dari Indonesia kalah bersaing di pasar karena biaya pengiriman barang yang tinggi.

“Karenanya penting sekali untuk segera dibuat jalur kereta penghubung antar pelabuhan,” ucap dia. Misalnya dengan membuat jalur kereta antara Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara dengan Pelabuhan Tanjung Perak Jawa Timur.

Sehingga dapat menekan biaya angkut pelaku usaha. “Kami (KAI) tengah melakukan pembangunan double track,” ucap Ignatius untuk menjawab desakan Sadarestuwati. Ignatius menyatakan pembangunan double track tersebut dapat meningkatkan kapasitas pengangkutan barang oleh KAI.

KAI, kata Ignatius, menyatakan pembangunan double track akan difokuskan untuk jalur utara terlebih dahulu. Berdasarkan perkiraannya, dengan pembangunan tersebut pada tahun 2013 nanti KAI dapat mengangkut barang hingga 6.000 TEus per minggu. Sedangkan kapasitas pengangkutan barang KAI saat ini baru 3.000 ton TEus per minggu.

Pembangunan double track ditargetkan diselesaikan tahun 2016. Pembangunannya diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 9,9 triliun. Tahun ini dana pembangunannya menghabiskan Rp 3,11 triliun. Keseluruhan pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

RAFIKA