Dahlan Iskan. TEMPO/Hariandi Hafid
Pemerintah Salurkan Penyertaan Modal Rp 12 Triliun
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 12,05 triliun bantuan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada 17 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam setahun terakhir. Angka ini turun dari rencana alokasi awal yang dianggarkan sebesar Rp 62,28 triliun untuk 41 perusahaan pelat merah.
Menurut Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, penyaluran PMN dilakukan melalui tiga cara yakni pemberian dana segar, konversi kredit dan hutang termasuk Subsidiary Loan Agreement (SLA), serta konversi Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS). "Alokasi dana terbesar diberikan melalui konversi BPYBDS, yaitu Rp 4,59 triliun." kata dia saat rapat kerja dengan Komisi Badan Usaha Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa 7 Februari 2012.
Dana segar yang disalurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 3,21 triliun. Sementara dana konversi utang dan aset kredit mencapai Rp 4,25 triliun. Bantuan konversi BPYBDS disalurkan ke 10 BUMN. PT Angkasa Pura I dan II mendapat konversi dengan nilai terbesar, masing- masing Rp 1,38 triliun dan Rp 1,911 triliun.
Menurut Dahlan konversi BPYBDS menjadi PMN bisa memperbaiki neraca keuangan BUMN. "Selain itu PMN dari konversi BPYBDS akan memberi kepastian hukum terhadap kepemilikan aset," tuturnya.
Sementara itu bantuan dana segar senilai Rp 3,21 triliun disalurkan ke empat BUMN. PT PAL mendapat Rp 648 miliar danPT Merpati Nusantara Airlines mendapat Rp 561 miliar. PT Askrindo dan PT Jamkrindo masing-masing mendapati PNM Rp 800 miliar dan Rp 1,2 triliun.
Selain itu PMN yg disalurkan melalui konversi hutang bernilai Rp 4,25 triliun diberikan ke tiga BUMN. PT Inhutani mendapat konversi hutang deviden Rp 1,338 triliun. PT Dirgantara Indonesia mendapat dana Rp 1,571 triliun dalam bentuk konversi SLA dan aset kredit. Sementara anak usaha PT Pupuk Sriwijaya, PT Pupuk Iskandar Muda, mendapat konversi piutang senilai Rp 1,338 triliun.
ANGGRITA DESYANI





