Peseakbola AC Milan Zlatan Ibrahimovic meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah pada pertandingan sepakbola Serie A Italia melawan Napoli di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu (5/2). REUTERS/Alessandro Garofalo
Topik
Dikartu Merah, Ibrahimovic Enggan Berkelit
TEMPO.CO, Milan - Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, membuat tindakan kontroversial saat mendapat kartu merah setelah menampar bek Napoli, Salvatore Aronica, ketika kedua kubu bentrok di San Siro, Minggu 5 Februari 2012. Soal insiden tersebut, pemain yang akrab disapa Ibra itu enggan membela diri dan mengakui kesalahannya.
Kartu merah yang diperoleh Ibra di menit ke-64 membuat Milan kehilangan daya serangnya. Alhasil Milan dipaksa puas dengan skor imbang tanpa gol. “Saya melakukan tindakan yang bodoh. Saya harus belajar ketika melakukan kesalahan. Saya tahu apa yang saya lakukan. Saya sudah mengacaukannya,” ujar Ibrahimovic.
Akibat aksinya tersebut Ibra pun diganjar larangan tiga kali bermain oleh pihak Lega Calcio. Absennya Ibra bakal jadi pukulan telak bagi Rossoneri—julukan Milan. Pasalnya pemain keturunan Bosnia Herzegovina itu merupakan sumber utama Milan dalam mencetak gol. Saat ini ia jadi pencetak gol terbanyak di Milan dengan 15 gol, atau hampir 40 persen dari total produktivitas timnya.
Parahnya lagi Milan bakal kehilangan Ibra di partai-partai besar melawan pesaingnya di papan atas, Udinese pada 12 Februari, dan Juventus pada 26 Februari.
Menanggapi kondisi tersebut, Ibra sendiri yakin timnya tetap bisa tampil baik meski minus kehadirannya di dalam lapangan. “Saya punya keyakinan kepada tim. Mereka akan baik-baik saja tanpa saya,” kata pemain asing terbaik Seri-A 2011 itu.
Milan dikabarkan bakal melakukan banding atas hukuman tersebut, dengan alasan insiden serupa juga dialami Ibra saat bentrok dengan pemain Bari, Marco Rossi. Saat itu larangan tiga kali bermain Ibra bisa dikurangi menjadi dua.
FOOTBALL-ITALIA | IRVAN SAPUTRA
Berita terpopuler:
Kisruh PSSI, Tak Usah Sedikit-Sedikit Statuta FIFA
PSSI Abaikan Manuver KPSI Soal Pengganti Djohar
Menpora Tak Beri Tenggat Waktu Rekonsiliasi PSSI





