foto

Barack Obama. REUTERS/Larry Downing

Amerika Segera Bekukan Aset Bank Sentral Iran  

TEMPO.CO , Washington - Gedung Putih bereaksi semakin keras untuk mengikat Iran. Sebab mereka masih kesal karena Iran belum terbuka soal dugaan pengembangan fasilitas nuklir. Senin, 6 Februari 2012, Presiden Barack Obama berniat membekukan seluruh properti Bank Sentral Iran dan sejumlah aset milik institusi keuangan Iran dan pemerintah Iran di Amerika Serikat.

Pembekuan tersebut juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah negara bahwa mereka akan menghadapi hukuman serupa jika terus berbisnis dengan bank sentral Iran.

Perintah pembekuan tersebut ditandatangani Presiden Obama Senin lalu. Alasannya adalah untuk menekan pemerintah Iran. Presiden berdarah Kenya ini sadar pembekuan bank sentral akan mengganggu aktivitas ekonomi dan menekan hubungan diplomatik ke negara di Asia Barat tersebut. Jadi Amerika berharap Iran mau terbuka ke komunitas internasional terhadap program pengayaan program nuklir.

Sanksi terhadap Iran tersebut diikuti pula oleh Inggris. Negara di Eropa Barat ini telah ikut bergerak terhadap sistem perbankan Iran dengan memutuskan hubungan antara Iran dan sistem keuangan di London.

Dalam suratnya ke Kongres Amerika, Obama berujar bank di Iran telah menyembunyikan transaksi untuk menghindar dari sanksi keuangan Amerika. "Saya telah memutuskan sanksi tambahan untuk menghindari praktek-praktek penipuan oleh bank sentral Iran," ujar Presiden yang sempat tinggal di Indonesia tersebut.

Obama menganggap bank-bank di Iran telah menyembunyikan sejumlah transaksi keuangan untuk menghindar atau mencari jalan lain dari pengaruh sanksi Amerika dan Uni Eropa. Bank-Bank di Iran, menurut Obama, telah menjadi alat pencucian uang rezim yang berkuasa. Kondisi ini tidak bisa diterima sistem keuangan internasional.

Jumlah aset keuangan Iran di Amerika tidak jelas. Tapi sejumlah lembaga keuangan Iran sudah memiliki aset di Amerika sejak revolusi Islam terjadi pada 1979.

Amerika mulai memberi sanksi ke Negeri Para Mullah tersebut sejak November 2011. Negeri Abang Sam ini membatasi kemampuan Teheran dalam mengirimkan minyak dan gas, sehingga akan mengganggu keuangan pemerintahan Garda Revolusi Iran. Bersama Uni Eropa, Amerika juga terus memberi tambahan sanksi terhadap industri minyak Iran.

"Ada peningkatan dalam sanksi yang kami berikan, dan ini bagian dari eskalasi sanksi," ujar juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, usai penandatanganan sanksi tambahan tersebut.

Surat Obama tersebut ternyata disambut Senat. Tapi pemungutan suara belum diambil untuk memutuskan apakah perlu sanksi tambahan demi membekukan aset keuangan Iran di Amerika Serikat

NYTIMES|GUARDIAN|IBNLIVE|DIANING SARI