Dalam gambar yang diambil dari rekaman video, terlihat para penonton sepak bola menginvasi lapangan saat pertandingan antara klub al-Masry dan Al-Ahli masih berlangsung, di stadion Port Said, Mesir (1/2). Akibat kerusuhan ini, dilaporkan 73 orang tewas dan 1000 orang lainnya terluka. REUTERS/Egypt Tv via Reuters Tv
Topik
Infografis
Mesir Seret Puluhan Aktivis ke Pengadilan
TEMPO.CO , Kairo:Sebanyak 43 orang aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) bakal diadili di Pengadilan Pidana Kairo, Mesir. Mereka dituntut bersalah karena menyalahi izin operasional dan penggunaan dana ilegal untuk lembaganya dari sumber asing.
Dari semua aktivis yang saat ini dibui, 19 orang berasal dari Amerika Serikat, lima orang Serbia, dua orang Jerman, dan tiga orang Arab. "Sisanya orang asli Mesir," ujar juru bicara Kejaksaan Mesir, Saeed, Ahad lalu.
Menariknya, dalam kasus ini, salah satu tersangka yang akan dihadapkan ke meja hijau bernama Sam LaHood. Ia adalah putra Ray LaHood, Menteri Transportasi Amerika Serikat, yang kebetulan bekerja di Republican Institut--lembaga non pemerintah asal Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat sontak kaget dengan kabar itu. Sehari setelah Sam ditahan, Obama langsung memperingatkan pemerintahan Mesir di bawah Muhammad Hussein Tantawi.
Melalui juru bicara Departemen Luar Negeri-nya, Mark Toner, Amerika menyatakan prihatin atas sikap represif yang dilancarkan pemerintah Mesir. Ketegangan kemudian meruap di antara dua negara. Menurut Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat, ketegangan sekarang ini merupakan kali pertama setelah 30 tahun hubungan baik terjalin. “Kami akan meminta klarifikasi,” kata Toner.
Pada akhir Desember tahun lalu, tanpa alasan yang jelas, polisi Mesir melakukan penggerebekan terhadap 17 kantor dari 10 lembaga nonpemerintah dari berbagai negara yang berada di Kairo. Mereka menilai kegiatan lembaga-lembaga nonpemerintah yang bekerja sejak Revolusi Mesir bekerja tanpa izin yang jelas.
CNN | NEW YORK TIMES | SANDY INDRA PRATAMA





