Warga melakukan pembongkaran dan perusakan Pipa Konsentrat milik PT Freeport Indonesia di Mile 21, Timika, Papua, (31/10). ANTARA/Spedy Paereng
Topik
Infografis
Seorang Penyerang Anggota Brimob Juga Tertembak
TEMPO.CO, Jayapura - Kepolisian Daerah Papua mengklaim seorang dari kelompok penyerang yang menembaki anggota Satuan Tugas Gabungan Detasemen B Brigade Mobil Daerah Papua di tanggul Timur, sekitar Kali Kopi, Areal PT Freeport Indonesia, Timika, Selasa, 7 Februari 2012, juga terluka.
“Tapi kami belum tahu tewas apa tidak. Dari laporan di lapangan, satu penyerang dari mereka tertembak. Kelompok itu langsung melarikan korban tersebut,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Wachyono, Rabu, 8 Februari 2012.
Dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata, Briptu Ronald Sopamena tewas dengan luka terkena peluru di kepala. “Kena kepala. Tapi dari pihak mereka, satu juga kena tembak,” ujarnya.
Ia membantah kabar yang menyebutkan dua anggota Brimob tertembak di Timika. “Tidak, hanya satu saja yang tertembak. Yang lain itu terluka karena kecelakaan saat hendak menjemput korban. Saat itu mobil mereka menabrak mobil lainnya akibat kabut begitu tebal,” ucapnya.
Dari informasi yang dihimpun Tempo, usai baku tembak dengan kelompok tak dikenal, sekitar pukul 10.45 WIT, tim Gegana Mabes Polri yang dipimpin Ipda Riswan, dari Asrama Brimob Den B menuju TKP untuk memberi bantuan. Namun, ketika dalam perjalanan, tim tersebut mengalami kecelakaan di mil 38.
Korban kecelakaan di antaranya Ipda Riswan, 36 tahun, dari Gegana Mabes Polri, mengalami patah leher. “Tapi tidak meninggal, masih dirawat di rumah sakit,” ujar Wachyono.
Selanjutnya adalah Briptu Dadang Jaelani, Gegana Mabes Polri, mendapat luka memar tangan kiri; Bripda La Ode Binti mengalami patah leher; Briptu Adi Wahyu mengalami memar di dada, Bripda Rian Wayhu mengalami patah lutut kiri; Briptu Wiwin Widodo, memar pada betis kanan; dan Briptu Wilem Tahapang, memar di bagian leher.
“Korban kecelakaan semua masih dirawat, sementara untuk pengejaran masih terus kita lakukan. Pelaku diduga dari kelompok Temy Kwalik,” ujarnya.
Situasi di Mimika pasca-penembakan, kata dia, saat ini dalam keadaan kondusif.
JERRY OMONA





