foto

Seorang petugas memerikasa kabel baja gondola yang putus di Gedung Multivision Tower, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (8/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

Gondola Jatuh di Gedung Multivision Tower  

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah gondola yang digunakan dua pekerja untuk membersihkan gedung Multivision Tower, Setiabudi, Jakarta Selatan, terjatuh pada Rabu, 8 Februari 2012 siang. Gondola tersebut ringsek tak berbentuk usai terjun bebas dari lantai 23.

Beruntung kedua pekerja bernama Aang Amsari, 33 tahun, dan Aben Naizer, 23 tahun, selamat lantaran menggunakan tali pengaman.

"Mereka sempat tergantung dalam keadaan pingsan di atas selama 40 menit," kata seorang saksi mata bernama Ade Matazah, sekuriti gedung Multivision, ketika ditemui di lokasi jatuhnya gondola.

Ade mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, kata Ade, gedung dalam keadaan sepi. "Hanya ada dua orang, soalnya jam makan siang," katanya. Saat itu ia tengah berjaga di lobi. Tiba-tiba sebuah gondola jatuh dari ketinggian, spontan ia lari keluar gedung.

Di luar ia melihat kedua pekerja itu tergelantung. "Ada tali pengaman, seperti tali gunung, yang terikat di pinggang," katanya. Pihak keamanan kemudian segera mencari cara menarik kedua pekerja ke tempat yang aman.

Setelah 40 berusaha, akhirnya kedua pekerja berhasil ditarik ke atas gedung 25 lantai tersebut. "Dia ditarik dari lantai 23, kacanya dipecahkan dulu," kata Ade.

Kedua pekerja terluka akibat insiden itu. Mata kanan Aang memar menghitam, dari telinga kiri keluar darah, dan tangan kirinya juga terluka. Sementara Aben terluka di bagian telapak kiri. "Telapaknya robek," kata Inspektur Satu I Gede Sriana, polisi yang ada di lokasi. Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit MMC.

ANANDA BADUDU