TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
Bank Mutiara Tak Tahu Rencana Yawadwipa
TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Bank Mutiara ternyata tak mengetahui adanya rencana akuisisi 100 persen saham mereka oleh perusahaan keuangan Yawadwipa Companies. "Kami tak mengetahui siapa mereka dan seperti apa rencana akuisisi itu," kata Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono, usai meresmikan relokasi Bank Mutiara cabang Pasar Baru, Kamis, 8 Februari 2012.
Meski begitu, Maryono mengaku pasrah dan menyerahkan proses penjualan strategis Bank Mutiara pada Lembaga Penjamin Simpanan dan Danareksa Sekuritas. "Kami sudah bagi tugas. Biarkan LPS sebagai pemilik yang mengatur," ujarnya.
Saat ini, kata Maryono, pihaknya cukup percaya diri untuk menarik investor karena kinerja keuangan perseroan yang cukup baik. Pada 2011, Bank Mutiara berhasil memperoleh laba sebesar Rp 291 miliar. Selain itu, dana pihak ketiga tumbuh sebesar 119 persen atau Rp 11,2 triliun dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya saat masih bernama Bank Century.
Selasa malam lalu, Yawadwipa Companies merilis rencana pembelian 100 persen saham Bank Mutiara seharga Rp 6,7 triliun. Dalam surat elektroniknya kepala Tempo, Christoper Holm, CEO Yawadwipa, mengatakan akan mengikuti proses yang diperlukan untuk aksi korporasi ini. "Kami sudah mengirimkan surat penawaran secara tertulis kepada Danareksa," katanya.
Pihak LPS pun mengakui adanya penawaran Yawadwipa untuk membeli Bank Mutiara. "Christoper Holm memang tercatat sebagai calon investor yang menyatakan minat melalui Danareksa Securities," kata Ketua Pelaksana Penjualan Bank Mutiara dari LPS, Mirza Mochtar.
SUBKHAN





