foto

Seorang Petugas Keamanan melintas di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 11 Oktober 2011. Hingga Hari ini tercatat ada 433 perusahaan Emiten di BEI dengan total nilai kapitalisasi pasar 3,217 trilyun rupiah dan diperkirakan ada 8 perusahaan yang siap menjadi emiten baru hingga ahir tahun 2011. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Ikuti Regional, Indeks Naik 33 Poin  

TEMPO.CO, Jakarta - Menguatnya bursa regional dan naiknya harga komoditas dimanfaatkan oleh para investor untuk kembali mengoleksi saham. Indeks yang sudah turun cukup banyak dalam dua hari sebelumnya juga menjadi alasan mereka untuk masuk ke bursa.

Walhasil, dalam perdagangan hari ini, Rabu, 8 Februari 2012, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup naik 33,247 poin (0,84 persen) ke level 3.988,699. Dari 10 indeks sektor di bursa, 9 di antaranya naik, kecuali sektor aneka industri.

Analis dari MNC Securities, Reza Nugraha, menjelaskan, kenaikan indeks kali ini dipicu oleh menguatnya bursa regional seiring stabilnya kondisi kawasan Eropa. Pemerintah Yunani sudah mempunyai format kebijakan untuk disampaikan ke pihak oposis dan mulai memangkas anggaran dengan melakukan pemutusan hubungan kerja sesuai yang dituntut oleh para kreditornya. “Ini dianggap suatu kemajuan oleh para investor sehingga bursa Asia bergerak positif,” tuturnya.

Sentimen dari Eropa dan Amerika positif akhirnya memicu pergerakan indeks kembali mendekat ke level 4.000. Bila isu kawasan Eropa dan Eropa netral saja, indeks bisa naik. Sebab, dari faktor domestik sebenarnya tidak ada alasan bagi indeks untuk turun. Ekonomi masih tumbuh 6,5 persen, inflasi terkendali sangat mendukung penguatan indeks.

Saham perbankan yang mengalami tekanan dalam beberapa hari dan tanpa ada alasan yang kuat kembali menjadi incaran investor. Apalagi emiten akan segera mengeluarkan laporan keuangan. Naiknya harga minyak dan komoditas lainnya yang memicu pergerakan saham pertambangan juga turut menopang kenaikan indeks kali ini.

Volume perdagangan mencapai 4,03 triliun saham, dengan nilai transaksi Rp 6,49 triliun, serta frekuensi 138,67 ribu kali. Harga 158 saham naik, 76 saham turun, serta 83 saham lainnya stagnan. Namun investor asing justru mencatat penjualan bersih Rp 257,2 miliar.

Saham-saham yang menopang pergerakan indeks kali ini antara lain Bank BRI (BBRI) naik Rp 300 ke Rp 7.150, United Tractor (UNTR) menguat Rp 1.300 ke Rp 29.350, Bank BNI (BBNI) terapresiasi Rp 150 ke Rp 3.575. Lalu, Indocement (INTP) menguat Rp 750 ke Rp 17.400, Indofood (INDF) naik Rp 250 ke Rp 5.100, serta Indo Tambangraya (ITMG) juga menguat Rp 1.800 menjadi Rp 41.300 per saham.

Bursa Shanghai melonjak 2,43 persen, memimpin kenaikan bursa Asia sore ini, diikuti bursa Taiwan 2,11 persen, lalu bursa Hong Kong 1,54 persen. Bursa Seoul menguat 1,12 persen, Tokyo 1,1 persen, serta bursa Australia juga naik 0,43 persen.

VIVA B. KUSNANDAR