Parade armada kapal perang Iran di Selat Hormuz. REUTERS/Jamejamonline/Ebrahim Norouzi/File
Topik
Infografis
Meski Dilarang AS, India Tetap Beli Minyak Iran
TEMPO.CO, New Delhi - Meski diancam sanksi oleh Amerika dan negara-negara Barat, India tetap menjadi konsumen setia minyak Iran. Agar transaksinya tak terganggu sanksi Barat, pemerintah kedua negara telah menyepakati mekanisme baru pembayaran minyak setelah bank sentral Iran diblokir.
Kantor berita BBC mengabarkan India akan membayar 45 persen dari nilai transaksi minyak mereka pada rekening khusus pemerintah Iran. Rekening itu dibuka di salah satu bank yang berdomisili di India sehingga tak terkena ancaman blokir. Sisa pembayaran akan dikompensasikan melalui investasi dalam proyek-proyek infrastruktur Iran, termasuk minyak dan gas.
Sebelumnya, Amerika dan sekutunya telah mengancam negara-negara lain yang masih membeli minyak dari Iran. Ancaman pemblokiran transaksi ini ikut melibatkan jaringan bank internasional dengan bank-bank di Iran. Amerika menyatakan hal ini menjadi sanksi karena Iran membangkang terus mengembangkan program nuklir.
Duta Besar Iran di India Seyed Nehdi Babizedeh mengatakan, pihaknya telah membuka rekening di bank India untuk memproses pembayaran dalam mata uang rupee. Salah satu bank yang menjadi tempat transaksi ialah adalah United Commercial Bank of India (UCO) dan beberapa lembaga lain yang tak bisa disebutkan.
Sebagai timbal balik, Iran diminta membeli mesin, logam dan suku cadang kendaraan buatan India dengan menggunakan rupee. "Hal ini disepakati dalam beberapa perundingan, dan akhirnya sebuah mekanisme yang menguntungkan kedua belah pihak kini disepakati," katanya.
Menanggapi aksi Iran dan India, lembaga konsultan internasional, Global Insight Group mengatakan manuver dua negara ini menunjukkan sanksi dan ancaman Amerika tak ditakuti negara lain. "Sanksi terhadap Iran terbukti sulit ditegakkan karena ketergantungan Asia pada minyak mentah produksi mereka." demikian pernyataan lembaga itu.
FERY FIRMANSYAH





