foto

ANTARA/ Dewi Fajriani

Bintaro Laris Diburu Konsumen Kelas Menengah  

TEMPO.CO, Jakarta- Wilayah pinggiran Jakarta, seperti Bekasi, Bintaro, Bumi Serpong Damai dan Depok, masih diburu para pencari rumah. Dari kawasan-kawasan tersebut, Bintaro menjadi lokasi yang paling diincar konsumen properti kelas menengah.

Survei Rumah123.com menunjukkan, sepanjang November 2011 Bintaro menjadi tujuan terpopuler dengan jumlah pencari 478 ribu orang. Lokasi kedua paling diincar ialah Depok dengan 219 ribu pencari. Sedangkan Bumi Serpong Damai menempati posisi ketiga dengan 135 ribu pencari. Pada bulan berikutnya, Bintaro pun masih menempati posisi teratas dengan 572 ribu pencari.

Sales Manager Rumah 123.com, Meddy H. Papinka, mengatakan, tren properti akhir 2011 merupakan kebangkitan konsumen kelas menengah. Kelas menengah yang dimaksud yakni orang-orang yang memiliki rata-rata penghasilan Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per bulan. "Harga rumah yang dicari berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 500 juta." kata dia dalam diskusi properti, Rabu 8 Februari 2012.

Selain jumlah pencari, Meddy juga memaparkan perhitungan soal rasio ketersediaan rumah dengan jumlah pencari. Di Bintaro pada Oktober 2011, jumlah listing atau rumah yang diiklankan oleh agen mencapai 1.172 unit. Jika jumlah pencari sebanyak 219 ribu, rasionya menjadi 1:139 atau satu rumah diminati 139 pencari. “Permintaan banyak tapi pasokannya belum terpenuhi,” ujarnya.

Shaun Di Gregori, CEO IProperty.com mengatakan cerahnya bisnis properti di Indonesia tergantung pada kelas menengah. Bos induk perusahaan Rumah123.com ini  menyinggung data yang menyebutkan bahwa jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 40 juta orang. "Ini akan menolong bisnis properti Indonesiadi tengah kekhawatiran akan dampak krisis Eropa." katanya.

Pendapat senada diutarakan Direktur Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda. Pengembang saat ini beralih ke konsumen kelas menengah yang daya belinya sedang meningkat. “Ini disebabkan biaya properti mewah naik dua kali lipat,” katanya. Ali menambahkan saat ini kawasan pinggiran kota laku dicari konsumen karena tanah di kota sudah terlalu mahal.

GADI MAKITAN