Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Menkeu Usulkan Subsidi Tetap BBM
TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah terus mengkaji pemberian subsidi konstan pada bahan bakar minyak untuk diusulkan pada APBN Perubahan. Subsidi bahan bakar minyak diprediksi akan melonjak karena naiknya harga Indonesia Crued Price sebesar US$ 110 per barel, jauh di atas asumsi pada APBN 2012 yang menetapkan US$ 90 per barel.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan salah satu opsi yang diusulkan pemerintah adalah subsidi konstan yaitu subsidi per liter bahan bakar minyak. “Kalau ada pembahasan APBN Perubahan akan kami bicarakan,” katanya di Kantor Kementerian Keuangan Rabu 8 Februari 2012.
Sebelumnya Agus memberikan contoh subsidi konstan yaitu Rp 3000 per liter yaitu setiap satu liter konsumsi bahan bakar minyak akan mendapatkan subsidi Rp 3000. Adapun Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro memberikan ilustrasi subsidi konstan bahan bakar minyak Rp 2500 per liter. Menurut Bambang jika subsidi konstan disetujui Dewan Perwakilan Rakyat, harga eceran bahan bakar minyak akan berubah. “Berubahnya bisa per bulan atau per minggu,” katanya.
Anggota Komite Ekonomi Nasional Aviliani mengusulkan pemerintah dan Dewan menetapkan subsidi bahan bakar minyak pada besaran tertentu dan besaran tersebut berlaku untuk jangka waktu tertentu. “Misalnya ditetapkan Rp 100 triliun terus menerus untuk 10 tahun,” katanya. Menurut Aviliani dengan model subsidi seperti tersebut pemerintah akan lebih mudah mengatur APBN. Aviliani mengusulkan subsidi sebaiknya diberikan kepada orang bukan barang. “Agar tepat sasaran,” ujarnya.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan pembahasan bahan bakar minyak dilakukan oleh Kementerian ESDM dan Komisi Energi pada pekan depan. “Tunggu saja,” ujarnya. Menurut Anny pemerintah lebih baik menjalankan pembatasan sembari membahas kebijakan baru bahan bakar minyak.
AKBAR TRI KURNIAWAN





