Empat Tahun Berumah di Pelataran Parkir

TEMPO.CO , Singapura: Apes banget kehidupan Lulu, 24 tahun, ibu seorang anak perempuan berusia balita. Gagal merawat pernikahan, ia terusir dari rumah. Lulu terpaksa tinggal di pojokan pelataran parkir perumahan HDB, Singapura. Sudah empat tahun ia tinggal di sana. Padahal ia bukan sebatang kara atau hidup melarat.

Perceraian Lulu telah membuat ayahnya, yang bekerja sebagai juru masak, kecewa berat. Lulu menikah saat berusia 19 tahun, dan setahun kemudian bercerai setelah bertengkar hebat dengan suaminya. Saat itu ia baru melahirkan seorang anak perempuan.

Ayahnya hampir setiap hari mengeluarkan kata-kata yang membuat telinga Lulu merah. "Setiap kali berbicara dengan saya, dia berbicara kasar dan sarkastis. Saya tidak tahan lagi," kata Lulu kepada Sin Chew Daily kemarin.

Suatu hari Lulu bertengkar hebat dengan ayahnya hingga ayahnya jatuh terjungkal ke lantai. Lulu pun diusir dari rumah orang tuanya di flat Marsiling. Terpaksa Lulu menitipkan anaknya kepada mertuanya dan mencari tempat untuk dia berteduh.

Situasi di pelataran parkir memang tidak aman bagi Lulu, tapi dia tidak punya pilihan. Ia menyimpan barang-barangnya dalam koper. Lalu ditulisnya pesan di atas koper: "Jangan Disentuh".

Untuk menghindari tatapan orang dan privasi, Lulu menumpuk kardus dan payung. Pacarnya juga kerap datang untuk memastikan keamanannya. Entah sampai kapan ia bertahan di sana.

ASIAONE.COM