foto

Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menkopolhukam Djoko Suyanto (kanan) dan Mendagri Gamawan Fauzi (kiri) memberi keterangan pers usai rapat koordinasi membahas tumpang tindih lahan dan upah minimum kabupaten/kota di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/2). ANTARA/Rosa Panggabean

Hatta Minta Jambi Bangun Infrastruktur Pendukung

TEMPO.CO, Jambi - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menilai perekonomian Provinsi Jambi akan lebih maju bila melihat potensi yang dimiliki daerah ini. "Tapi dengan syarat, dalam pelaksanaan pembangunannya mengedepankan pengembangan sumber daya dimiliki dan jangan bergantung pada produk impor," kata Hatta dalam acara Konvensi Media Massa di Abadi Convention Center Jambi, Rabu 8 Februari 2012.



Namun Hatta mengingatkan pemerintah provinsi untuk mempersiapkan dukungan infrastruktur. "Program untuk mengeruk Sungai Batanghari, memperbaiki ruas jalan yang ada atau membuat jalur kereta api dari kawasan Kabupaten Sarolangun ke kawasan Ujungjabung dan membangun bandara bertaraf internasional, merupakan syarat mutlak," ujarnya.


Dalam acara yang sama, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pemerintah Jambi akan kesulitan jika berkeinginan untuk mengeruk Sungai Batanghari dan membangun jalan secara bersamaan karena akan membutuh dana yang sangat besar. "Saya beranggapan keinginan tersebut sulit terlaksana. Jalan keluarnya harus pilih salah satu, apa lebih mendahulukan pengerukan Sungai Batanghari atau membangun infrastruktur jalan," ujarnya.


Pimpinan Media Transcorp Group Choirul Tanjung, dalam acara yang sama, yakin Jambi bisa mengejar ketertinggalannya dari provinsi lain. "Saya melihat penguasaan ekonomi bila dibandingkan antar pulau yang ada di Indonesia, memang dikuasai Pulau Jawa. Namun selama tiga tahun terakhir, 2009, 2010 dan 2011, tren itu mulai merambah ke wilayah Sumatera," ujar Tanjung.


Ketua Badan Peremncanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jambi Fauzi Ansyori, dalam acara itu memaparkan, perkembangan perekonomian Jambi terhalang oleh kurangnya dukungan infrastruktur. "Setiap tahun saja sedikitnya Rp 351 miliar kerugian dialami daerah akibat kerusakan jalur, jalan baik jalan kabupaten, provinsi maupun nasional," kata dia. Jumlah kerugian itu merupakan akumulasi dari kerugian, terutama petani yang hasil pertaniannya terkendala distribusinya karena jalan rusak.


Untuk itulah pemerintah Provinsi Jambi telah memprogramkan pembangunan sektor tranportasi, baik darat laut dan udara. "Kita sudah berencana membangun jalur kereta api dari Sarolangun menuju sentra ekonomi di Ujungjabung, memperbaiki jalan yang rusak, mengeruk sungai Batanghari dan meningkatkan bandara menjadi bertaraf internasional," ujarnya.


SYAIPUL BAKHORI