Sejumlah perahu nelayan diparkir di dermaga Paotere, Makassar, Selasa (10/1). TEMPO/Muhtar
Topik
Foto Terkait
Tak Bisa Melaut, Nelayan Banyuwangi Gadaikan Harta
TEMPO.CO, Banyuwangi - Ratusan nelayan di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, sudah 10 hari tidak melaut karena cuaca buruk. Mereka terpaksa menyandarkan perahu di tepi dermaga untuk menghemat biaya. "Sekali melaut, biaya bahan bakarnya saja lebih dari Rp 2 juta," kata salah seorang nelayan di Pantai Boom, Banyuwangi, Misbach, kepada wartawan, Rabu, 8 Februari 2012.
Misbach mengatakan, cuaca buruk menyebabkan tangkapan ikan sangat sedikit, tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Hal serupa dikemukakan Santoso, nelayan di pantai Desa Ketapang. Cuaca buruk menyebabkan gelombang di Selat Bali mencapai dua meter lebih. "Jadi kami libur dulu menunggu cuaca kembali normal," ucapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, para nelayan tersebut terpaksa menggadaikan hartanya, seperti perhiasan, ke pegadaian setempat. Pelaksana Tugas Kepala Pegadaian Banyuwangi Teguh Sujianto membenarkan banyak nelayan yang menggadaikan perhiasan mereka sejak Januari lalu.
Menurut Sujianto, pengajuan kredit di Pegadaian Unit Ketapang, misalnya, meningkat hingga 140 persen atau mencapai Rp 840 juta. "Mayoritas nelayan yang mengajukan kredit," tuturnya. Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya pengajuan kredit oleh para nelayan, Pegadaian Banyuwangi telah menyiapkan dana Rp 2 miliar.
IKA NINGTYAS





