Ilustrasi Cinta. footage.shutterstock.com
Topik
Situs Perjodohan Pakai Metode Abal-abal
TEMPO.CO, Ohio - Bagi penyuka situs perjodohan di dunia maya, sebaiknya waspada. Profesor psikologi sosial dari Universitas Nortwestern, Ohio, Amerika Serikat, Eli Finkel, mengungkapkan fakta yang membantah perjodohan daring bisa mencarikan pasangan yang tepat melalui kata kunci karakter pasangan yang diinginkan.
"Karena dalam berkencan, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa ada algoritma pencocokan pasangan yang benar-benar bekerja," kata Finkel mengenai kajiannya itu.
Penggunaan situs perjodohan di kalangan para lajang sudah menjadi fenomena tersendiri. Umumnya, para lajang menginginkan pasangan yang potensial romantis. Sang pencari cukup memasukkan kata kunci berdasarkan karakter yang diinginkan. Jadi, jika pengguna mencoba mencari kata kunci untuk menemukan pasangan yang cocok itu, maka pasangan yang muncul sama sekali tidak tepat. Itu hanyalah manipulasi pengelola situs.
Memang sejumlah fakta berbicara bahwa ada pasangan yang berujung pernikahan dari situs perjodohan. Tapi Finkel mengingatkan metode pencocokan pasangan selama ini tidak jelas dan kurang data pendukung.
Jika situs perjodohan ingin mengklaim bahwa algoritma kecocokan pasangan mereka secara ilmiah valid, maka mereka harus mengikuti standar ilmiah yang ada. "Yang tentunya selama ini hampir semua gagal mereka (situs perjodohan) penuhi," ujar Finkel.
Kajian yang dilakukan Finkel menunjukkan, meski secara virtual dua orang terlihat sangat cocok, interaksi di dunia maya tidak bisa menggantikan hubungan manusia di dunia nyata. Sebelum ada pertemuan tatap muka dari dua orang yang cocok di dunia maya, maka sulit untuk memprediksi hubungan tersebut.
Para pengelola situs perjodohan, menurut Finkel, biasanya hanya fokus untuk mencocokkan pasangan berdasarkan informasi yang mereka dapat dari setiap lajang. Seperti kesamaan kepribadian dan perilaku. Tapi pengelola situs tidak mencocokkan informasi yang menunjukkan bahwa pasangan kemungkinan memiliki hubungan jangka panjang. "Sehingga algoritma ini tidak akan mungkin efektif," ujar dia.
Kajian dari Finkel dan sejumlah rekannya akan diterbitkan dalam jurnal publik, Public Interest. Sebuah jurnal dari Asosiasi Ilmu Psikologi.
DIANING SARI | PCMAG.COM





