foto

Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Mahasiswa Jambi Demo Kedatangan SBY  

TEMPO.CO, Jambi - Sekitar 200 mahasiswa berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Kota Jambi, Kamis, 9 Februari 2012. Mahasiswa memprotes karena SBY dianggap telah gagal memimpin Indonesia.

Ratusan pendemo itu berasal dari sejumlah organisasi, antara lain dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jambi, BEM Universitas Batanghari Jambi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi, Komite Angkatan Muda Mahasiswa Indonesia (KAMMI) Jambi, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Akibat aksi ini rombongan Presiden terpaksa mencari jalur lain untuk menuju gedung DPRD Provinsi Jambi, tempat pelaksanaan acara puncak Hari Pers Nasional.

Para pendemo tidak hanya menuntut pasangan SBY-Budiono mundur dari jabatannya, tapi juga menuntut kepemerintahannya menyelesaikan permasalahan bangsa yang karut-marut. Mereka juga membawa beberapa gambar anak pejabat yang sedang berpesta pora dengan menghabiskan uang banyak, sementara rakyat menderita terhimpit kemiskinan.

Foto anak pejabat itu antara lain Ibas, putra SBY, bersama beberapa artis Ibu Kota, sedang berpesta pora di salah satu klub malam di Australia dan saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Australia; foto Adri, anak Aburizal Bakrie, sedang telanjang dada bersama teman-teman perempuannya sedang berpesta; foto Putri, anak Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, sedang main judi di Las Vegas Amerika Serikat; foto Aliyah Hatta Rajasa bersama teman-temannya memamerkan pakaian mewah; dan foto Reni Sutiyoso sedang dugem.

Pada bagian lain, pendemo juga membandingkan dengan foto anak-anak Papua sedang makan ubi tanpa busana, foto 21 mayat korban berebut uang zakat sebesar Rp 30 ribu di Pasuruan, Jawa Timur, dan foto warga yang sedang berbaris antre untuk mendapatkan minyak tanah karena kebijakan “bisnis” gas pemerintah.

Mahasiswa Jambi dalam kesempatan tersebut juga mengecam adanya rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak 10-20 persen.

“Kami mahasiswa Jambi meminta SBY untuk segera meninggalkan negeri Jamb, karena kedatangannya tidak menambah manfaat sama sekali, bahkan hanya menghabiskan uang negara,” kata Ahmad Rosyidi, Koordinator Umum aksi Gerakan Mahasiswa Jambi menggugat.

Kecaman serupa juga disampaikan Azhar, aktivis PMII Jambi, dengan menyebut SBY-Budiono sebagai pembohong. "Katanya akan mengurangi angka kemiskinan, meminimalkan biaya pendidikan dan biaya kesehatan bagi masyarakat, tapi hampir dua periode kepemerintahannya belum terbukti sama sekali."

Presiden SBY ke Jambi untuk menghadiri acara puncak HPN. Jumat besok, SBY juga akan mengunjungi kawasan minapolitan sekaligus memanen ikan patin di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

SYAIPUL BAKHORI