Direktur Kejar Tangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Beny Mamoto saat memberikan keterangan pers penangkapan 12 Kilogram sabu-sabu senilai hampir 24 milyar rupiah di Gedung BNN, Jakarta, Rabu 8 Februari 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Topik
Menangkapi Pilot Penyabu
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tindak Kejar Badan Narkotika Nasional Benny Mamoto mengatakan pihaknya, Kementerian Perhubungan, dan berbagai maskapai sedang menyusun rencana aksi pemberantasan peredaran narkotika. Ia bakal mengajak masyarakat untuk bekerja sama melaporkan setiap tindakan yang disinyalir sebagai kegiatan penyalahgunaan narkotika.
Terhadap kebijakan ini, PT Lion Air menyatakan dukungannya kepada BNN dan Kementerian Perhubungan. "Kami akan berperan serta membantu pemerintah menangani masalah narkotika ini,” kata Direktur Umum Lion Edward Sirait di Kantor BNN, Rabu, 8 Februari 2012.
Manajemennya akan melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotik dengan cara rehabilitasi kru pesawat yang terlibat, tes urine, dan membantu BNN saat melakukan penyelidikan. Manajemen juga akan melakukan sosialisasi bahaya pemakaian narkotik kepada kru maskapai dan penumpang.
“Targetnya, kru kami bersih dari narkotik sejak dari penerimaan sampai mereka bekerja,” kata Edward. Ia berharap tidak ada lagi kru Lion yang tertangkap basah mengkonsumsi narkotik secara ilegal di kemudian hari.
Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan menyatakan pihaknya masih mencari formula yang tepat untuk mencegah kasus-kasus narkotik di kalangan awak penerbangan. Kementeriannya saat ini tengah berkonsultasi dengan BNN dan Kementerian Kesehatan. "Sedang kami susun. Baru kali ini kami bertemu kasus seperti ini," katanya di Istana Presiden, Rabu, 8 Februari 2012.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti Singayuda Gumay, menyatakan dalam waktu sekitar dua bulan, pihaknya akan mengeluarkan peraturan menteri tentang penggunaan narkoba di kalangan penerbangan.
“Saat ini permen sudah ada dalam bentuk draft,” kata Herry. Ia menjelaskan, pihaknya masih terus "menggodok" naskah permen dengan mengacu pada aturan internasional, khususnya Amerika.
Pada 4 Februari 2012, Badan Narkotika Nasional menangkap Saiful Salam di Hotel Garden Palace, Surabaya. Di kamar hotel petugas menyita barang bukti berupa bong dan sabu 0,04 gram. Sebulan sebelumnya, petugas lebih dulu menggulung Hanum Adhyaksa, rekan Saiful, di Makassar. Lalu pada pertengahan 2011, Muhammad Nasri, juga pilot Lion Air, ditangkap di Tangerang ketika berpesta narkoba bersama beberapa rekannya.
SATWIKA MOVEMENTI | RAFIKA | EZTHER I NI
Berita Terkait:
BNN: Narkotik Beredar Antar-Pilot
60 Persen Pilot dan Pramugari Diduga Pakai Narkoba
Kisah BNN Menguntit Pilot Nyabu
Begini Cara BNN Mengintai Pilot Nyabu
Lion Air: Pilot Nyabu Lebih Lihai dari Kami
Dirjen Udara Cabut Izin Terbang Pilot Nyabu
Kata Pramugari, Pilot Nyabu karena Beban Pekerjaan
Lion Air Ancam Pecat Pilot Nyabu
Asosiasi: Tak Ada Alasan Membenarkan Pilot Nyabu
Setahun Pilot Lion Itu Jadi Budak Sabu





