foto

Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI) Capt. Hasfrinsyah (tiga kiri) bersama beberapa pilot maskapai penerbangan usai memberikan keterangan terkait maraknya pilot yang diduga kuat menyalagunakan narkoba jenis sabu di Jakarta, Rabu (8/2). ANTARA/ Dhoni Setiawan

Dua Maskapai Siap Pecat Pilot Nyabu  

TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air akan memberikan sanksi pemecatan kepada kru pesawat yang terbukti kedapatan memakai narkotik dan obat-obatan terlarang (narkoba). Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono mengatakan, setelah kasus pilot menggunakan narkoba mencuat, pihaknya akan memeriksa kesehatan secara acak (random) dan tidak terencana kepada seluruh karyawannya.

"Narkoba adalah musuh negara," kata Agus ketika dihubungi Tempo, Kamis, 9 Februari 2012. "Bila ada kru yang kedapatan memakai narkoba, kami akan beri sanksi maksimal pemecatan. Safety tidak bisa kami tolerir."

Agus menyatakan, ketentuan itu sudah diberitahukan kepada karyawan Sriwijaya melalui notification internal. Sebagai tindakan preventif, pemeriksaan secara tak terencana itu diutamakan berlaku bagi kru pesawat. "Pemeriksaan secara random, baik personal maupun periodesasinya," katanya.

Pemeriksaan dilakukan bekerja sama dengan lembaga kesehatan independen yang berkompeten.

Sriwijaya Air juga telah menerapkan aturan pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan sekali. Menurut Agus, selama ini di maskapainya tidak pernah ada karyawan yang terlibat penggunaan narkoba. "Kami selalu cari jalan yang paling efektif dan efisien untuk menjaga keselamatan penerbangan," ujarnya.

Untuk mengadakan pemeriksaan tambahan itu, Agus menambahkan, Sriwijaya Air harus mengeluarkan biaya lebih. Namun, pihaknya tak mau menyebutkan berapa besarannya. Hanya saja dipastikan biaya ini tak mempengaruhi harga tiket.

Sriwijaya Air memiliki pilot sebanyak 325 orang dan awak kabin 456 orang. Tiap hari Sriwijaya Air menerbangi 38 kota di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Manokwari.

Dengan jumlah rute itu, Agus menganggap Sriwijaya Air tak akan membebani waktu kerja pilot dan kru pesawat melebihi ketentuan. "Jangan sampai melebihi beban kerja karena bisa berpotensi pada bahaya keselamatan terbang," katanya.

Maskapai AirAsia juga akan memberhentikan karyawannya yang terbukti menggunakan narkoba. "Kami tidak akan segan memberhentikan kru yang terbukti mengkonsumsi narkoba," kata Manajer Komunikasi AirAsia Audrey Progastama kepada Tempo.

AirAsia, Audrey melanjutkan, sejak lama telah menjalankan tes urine secara acak, juga tes kesehatan rutin kepada kru pesawat. "Kami konsisten menjalankannya," ujar dia.

ROSALINA

Berita Terkait
:
Lion Air Ancam Pecat Pilot Nyabu

BNN Menyita 12 Kilogram Sabu

Kata Pramugari, Pilot Nyabu karena Beban Pekerjaan

Beberkan Perilaku Pilot, Eks Pramugari Diancam 

60 Persen Pilot dan Pramugari Diduga Pakai Narkoba