foto

Alvin Lie. TEMPO/Rully Kesuma

Alvin Lie: Pilot Nyabu, Kesalahan Maskapai

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan anggota DPR Alvin Lie mengatakan buruknya manajemen maskapai adalah salah satu faktor penyebab pilot mengkonsumsi sabu-sabu. Kalau hanya satu orang saja yang menyabu, kata dia, itu tanggung jawab personal. Namun, kalau ada tiga pilot dalam satu maskapai yang ditangkap karena kasus narkotik, pasti ada kesalahan dalam sistem manajemen maskapai yang bersangkutan.

Selama dua tahun terakhir, Badan Narkotika Nasional menangkap basah tiga pilot maskapai Lion Air karena mengkonsumsi sabu-sabu. "Yang ditangkap sampai tiga pilot, itu menunjukkan ada kesalahan pada sistem manajemen maskapainya," kata Alvin, Kamis, 9 Februari 2012.

Alvin menyarankan agar Direktur Jenderal Perhubungan Udara mengaudit semua maskapai. Audit meliputi pemeriksaan kebijakan manajemen, pengelolaan sumber daya manusia, penggunaan suku cadang pesawat, dan pengaturan jam kerja.

"Saya sesalkan pernyataan Dirjen Perhubungan Udara yang menyatakan pilot nyabu itu kesalahan perorangan, bukan manajemen maskapai," kata Alvin.

Alvin menganggap perilaku pilot tidak lepas dari kebijakan perusahaan. Kalau perusahaan memperlakukan karyawan dengan baik, otomatis pekerja cenderung akan lebih bertanggung jawab. Menurut dia, pemerintah baru bisa mengklaim manajemen tidak mempunyai kesalahan jika telah melakukan audit.

Penangkapan awak kapal Lion Air dalam kasus narkotik terjadi pada 6 April 2011. Waktu itu Kepolisian Resor Jakarta Pusat meringkus Winnie Raditya, awak kabin Lion Air, di kamar sewaannya, Karet, Tanah Abang. Petugas yang menangkap Winnie menemukan sabu-sabu di pakaian dalam.

Pertengahan 2011, petugas Badan Narkotika Nasional meringkus pilot Lion Air, Muhammad Nasri. Kala itu Nasri tengah berpesta sabu dengan rekannya Husni Thamrin, kopilot, di Apartemen The Colour, Modernland, Tangerang.

Penangkapan kembali terjadi pada 10 Januari 2012 dengan sasaran pilot Lion Air, Hanum Adhyaksa, yang membawa sabu 0,9 gram di kantong celananya.

Terakhir, BNN membekuk pilot Lain Air, SS, di Hotel Garden Palace, Surabaya, pada 4 Februari kemarin. Kala itu SS kedapatan membawa sabu seberat 0,04 gram.

CORNILA DESYANA


Berita Terkait:

BNN: Narkotik Beredar Antar-Pilot  

60 Persen Pilot dan Pramugari Diduga Pakai Narkob
a
Begini Cara BNN Mengintai Pilot Nyabu

Lion Air: Pilot Nyabu Lebih Lihai dari Kami

Dirjen Udara Cabut Izin Terbang Pilot Nyabu 

Kata Pramugari, Pilot Nyabu karena Beban Pekerjaan

Lion Air Ancam Pecat Pilot Nyabu