foto

Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

Buruh Pabrik iPad Tak Pernah Lihat iPad Utuh

TEMPO.CO , Jakarta - Gadis itu menatap iPad yang baru pertama kali dilihatnya dengan penuh rasa takjub. "Wow, aku suka ini," kata gadis bernama Chen, 18 tahun.

Biasanya hal seperti itu bukan pemandangan yang aneh.Tapi, ini jadi aneh karena dia adalah satu dari 1,2 juta karyawan Foxconn, pabrik pembuat iPad, yang terletak di Cina. Dia ikut merakit iPad.

"Aku juga ingin punya satu, tapi aku tak punya uang," ujarnya, Kamis, 9 Februari 2012. Meski menjadi buruh pabrik pembuat produk ini, Chen rupanya belum pernah melihat iPad dalam keadaan utuh.

Chen bukanlah nama asli gadis ini. Namanya sengaja disamarkan karena seluruh karyawan Foxconn telah diinstruksikan untuk tidak berbicara dengan reporter mana pun atau akan kehilangan pekerjaannya sekaligus dituntut secara hukum. "Ini benar-benar serius," ujarnya.

Kantor berita CNN berhasil mengulik pengalaman pribadi Chen dalam sebuah laporan khusus, yang membuat masyarakat internasional kembali menyoroti Foxconn atas dugaan memperlakukan pekerjanya secara buruk.

Chen bercerita, ia awalnya menerima kontrak selama satu bulan sebagai buruh Foxconn dengan gembira. Namun pada hari pertamanya di pabrik, seorang seniornya memperingatkan.

"Kenapa kamu datang ke Foxconn? Jangan berpikir panjang, cepatlah angkat kaki dari sini," ujar Chen menirukan perkataan seniornya.

Chen bercerita bahwa tiap minggu ia bekerja 60 jam dan setiap hari harus menempelkan lebih dari 4.000 stiker ke layar iPad. Ia menjadi lebih putus asa setelah mengetahui bahwa hanya pekerja senior yang mendapat bonus serta izin sakit. Sedangkan ia harus bekerja lembur secara reguler.

"Mereka memperlakukan wanita seperti pria dan pria seperti mesin. Atau bisa juga dikatakan mereka memperlakukan wanita sebagai pria dan pria seperti binatang," ujarnya. Menurut Chen, Foxconn menggunakan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan mesin karena harganya lebih murah.

Setelah kontraknya di Foxconn selesai, Chen berencana kembali bersekolah dan ingin menjadi ahli biologi agar suatu saat tidak harus kembali ke Foxconn.

Ketika dimintai komentarnya, Apple bereaksi dengan menyatakan bahwa pihaknya selalu meminta seluruh pemasoknya memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan pekerja. Juga memperlakukan mereka secara terhormat. "Pemasok kami harus memenuhi persyaratan tersebut jika mereka ingin terus melakukan bisnis dengan Apple."

Foxconn merupakan perusahaan yang merakit gadget dari berbagai perusahaan ternama, seperti Apple, Microsoft, dan Samsung. Sejak 2010 Foxconn disorot karena belasan buruhnya yang melakukan bunuh diri.

Pada awal tahun ini ratusan buruhnya juga mengancam akan melakukan bunuh diri massal setelah perusahaan tidak juga membayarkan pesangon para buruh yang berhenti bekerja.

CNN | RATNANING ASIH