TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
WIKA Garap Proyek Listrik Tenaga Gas Rp 925 miliar
TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya (WIKA) menggandeng PT Mega Eltra dan PT Navigat menggarap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga gas Kaltim (Peaking) 2 X (50-60) Mega Watt di Balikpapan, Kalimantan timur, tahun ini. "Perseroan memiliki porsi 46 persen dari nilai total proyek itu," ujar Sekretariat Perusahaan, Natal Argawan Pardede, saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Februari 2012.
Berdasarkan surat Kementerian Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Kelistrikan Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Kalimantan No. 01.K/PJ/121/APBN/UIPKITRINGKAL/2012, tertanggal 7 Februari 2012, WIKA ditunjuk sebagai kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC).
Dalam proyek itu perseroan memiliki porsi 46 persen atau senilai Rp 425,65 miliar dari nilai kontrak Rp 925.438.366.620. Sedangkan sisanya, 39 persen, dimiliki PT Mega Eltra dan 15 persen oleh PT Navigat. Sementara proyek bakal dilaksanakan selama 18 bulan terhitung sejak tanggal kontrak efektif.
WIKA mengerjakan kontruksi pembangkit termasuk Gas Turbine Generator, Stack and Silencer, Balance of Plant, Fuel system, Water Treatment Plant, Waste Water Treatment Plant, Power Transformer, Substation 150 kV, LV dan MV Panel, serta peralatan pendukung lainnya.
Sedangkan Navigat dan Mega Eltra bertindak sebagai supervisor dan pengadaan mesin yang didatangkan dari General Electric type heavy duty fuel dengan kapasitas 70 megawatt yang dirakit dari Prancis.
Dalam proyek yang dikerjakan di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ini Unit 1 diprediksi bakal beroperasi Juni 2013. Sementara Unit 2 bakal beroperasi Agustus 2013 dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Tahun ini WIKA menargetkan kontrak sebesar Rp 32,09 triliun atau naik 20,68 persen dari capaian tahun lalu Rp 26,09 triliun. Capaian ini termasuk carry over 2011 sebesar Rp 15,57 triliun, sementara kontrak baru mencapai Rp 16,52 triliun.
Sebagian besar perolehan kontrak baru berasal dari WIKA induk sebesar Rp 11,39 triliun atau 68,95 persen dari total kontrak perseroan. Sedangkan laba bersih tahun ini dipatok di angka Rp 430,68 miliar atau naik 23 persen dari tahun lalu di angka Rp 350 miliar.
JAYADI SUPRIADIN





