foto

sepak takraw. TEMPO/Santirta M

Sepak Takraw Indonesia-Thailand Bersaing Ketat  

TEMPO.CO, Palembang - Kejuaraan dunia super series sepak takraw dipastikan akan dipindahkan dari Kuala Lumpur ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, 23-27 Februari. Event tahunan tersebut akan diikuti oleh 20 negara di Asia dan non-Asia.

Presiden Asian Sepaktakraw Ferderation (ASTAF), Abdul Halim Bin Kader, memastikan kekuatan di kelompok putra akan bersaing ketat antara tim tuan rumah Indonesia dan Thailand. Adapun pada kelompok putri diprediksi masih didominasi oleh Thailand dan Vietnam.

"Saya berani bicara seperti itu berdasarkan hasil evaluasi ASTAF yang berlangsung beberapa waktu lalu,” kata Halim di sela-sela rapat koordinasi penyelenggaran acara di Palembang Sport and Convention Centre, Palembang, Kamis, 9 Februari 2012.

Salah satu acuan penilaian tersebut, kata dia, adalah ketika SEA Games XXVI di Palembang dan Jakarta pada November 2011. Pada SEA Games lalu sepak takraw putra Indonesia memecahkan rekor meraih emas setelah hampir 40 tahun lepas dari tim Merah Putih.

Ketika itu tim pemain Indonesia, Yudi Purnomo dan Saiful Rizal, menumbangkan tim Myanmar, Aung Zaw Zaw dan Un Si Thu, dengan skor 3-2 (15-10, 9-15, 15-8, 17-15). Adapun satu emas nomor ganda putri digaet Vietnam. Atas hasil itu, sepak takraw Indonesia meraih satu emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Panitia Kejuaraan dunia super series sepak takraw, Hendri Zainudin, mengatakan acara yang bakal dibuka oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng itu akan diliput oleh sekitar 70 broadcaster asing dan nasional dengan target 800 juta penonton.

Selama pertandingan, kata dia, panitia menggratiskan tiket bagi penonton. Hendri memerinci 20 negara peserta ISTAF Super Series Cup 2012 yang memastikan ikut akan dibagi dalam 12 tim putra dan delapan tim putri.

Tim putra diikuti Brunei Darussalam, Singapura, Laos, Korea Selatan, India, Myanmar, Filipina, Thailand, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, dan Indonesia. Sedangkan bagian putri ada Malaysia, Myanmar, Thailand, China, Indonesia, India, Korea, dan Jepang.

PARLIZA HENDRAWAN