foto

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Kamis (9/2) pagi melakukan pengecekan terhadap tenda bantuan BNPB di Alun-alun Lumajang. TEMPO/David Priyasidharta

Peralatan Penanggulangan Bencana Semeru Rusak  

TEMPO.CO, Lumajang - Sejumlah peralatan penanggulangan bencana Gunung Semeru tidak berfungsi. Di antaranya satu unit generator set (genset) dan satu set peralatan penjernih air. Peralatan tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Kepala Sub-Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi, menjelaskan peralatan tersebut diketahui rusak ketika dilakukan pengecekan pada Kamis, 9 Februari 2012. Seluruh peralatan dikeluarkan dari gudang penyimpanan. "Pengecekan kami lakukan untuk memastikan seluruh peralatan bisa dipakai sewaktu-waktu ketika diperlukan," kata Wawan kepada wartawan saat meninjau peralatan tersebut, Kamis, 9 Februari 2012.

Genset dan peralatan penjernih air penjernih air terpaksa dibawa ke bengkel untuk diperbaiki secepatnya. Sebab tak seorang pun petugas BPBD yang bisa mengotak-atik peralatan tersebut. Perbaikan secepatnya dilakukan karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru terus meningkat sejak statusnya dinaikkan dari level waspada menjadi level siaga pada Kamis, 2 Februari 2012.

Pengecekan peralatan penanggulangan bencana dilakukan karena BPBD Lumajang tak ingin mengulangi pengalaman buruk ketika terjadi bencana puting beliung yang merobohkan sejumlah pohon beberapa hari lalu. Gergaji mesin bantuan BNBP pusat yang belum pernah dipakai ternyata tak bisa dipakai. "Waktu itu akan digunakan untuk memotong pohon yang roboh dan merintangi jalan," ujar salah seorang anggota BNPB Lumajang kepada Tempo.

Pengecekan juga dilakukan petugas BPBD Lumajang yang dibantu anggota SAR terhadap satu dari tujuh tenda peleton. Tenda kemudian dipasang di alun-alun Lumajang. Tidak ada masalah karena tenda bisa berdiri kokoh. Peralatan lainnya berupa perahu karet, perangkat peralatan komunikasi, serta sejumlah peralatan lainnya juga dicek. Beruntung, semuanya berfungsi dengan baik.

Adapun kesiapan logistik, diakui Wawan, saat ini masih jauh dari ideal. Karena itu BPBD Lumajang akan mengajukan permohonan penambahan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur ataupun BPBD pusat.

Wawan menambahkan BPBD Lumajang dalam beberapa hari mendatang akan menerima kiriman tambahan bantuan peralatan penanganan bencana, seperti tenda logistik serta tenda medis.

DAVID PRIYASIDHARTA