foto

Apple. AP/dapd, Lukas Barth

Unjuk Rasa di Apple Store di Berbagai Negara

TEMPO.CO , San Francisco - Sekelompok orang berkerumun di depan toko Apple di San Francisco, California, Amerika Serikat, Kamis kemarin. Kedatangan mereka ke Apple Store itu bukan antre untuk membeli gadget buatan Apple, tapi demontrasi!

Mereka datang guna mendesak Apple mengubah kebijakan pembuatan iPad dan iPhone yang dirakit di pabrik Foxconn, Cina.

Ternyata aksi protes ini tak hanya digelar di Apple Store Sna Francisco. Ada sebelas toko Apple lainnya yang juga didatangi para demonstran.

Lokasi toko Apple lainnya yang didatangi demonstran itu antara lain Apple Store di Bangalore, India; London, Inggris; Washington DC dan New York, Amerika Serikat; dan Sydney, Australia.

Misi yang diusung para demonstran sama: menggugah Apple untuk lebih peduli pada kondisi para pekerja yang membuat gadget Apple di Cina.

Unjuk rasa yang berlangsung di Apple Store Grand Central Terminal, New York misalnya, menghasilkan ratusan petisi yang ditumpuk dalam kotak bertulisan: Kepada Manager Toko.

"Saya penggemar berat produk Apple, tapi secara etika saya tidak bisa lagi mendukung produk yang membahayakan orang-orang yang membuatnya," kata Shelby Knox, Direktur Change.org, seperti dikutip CNN, Jumat, 10 Februari 2012.

Protes ini adalah hasil dari gerakan petisi online yang diluncurkan situs Change.org dua pekan silam.

Ada satu petisi menarik yang dibuat seorang pria bernama Mark Shields. Dia mengaku sebagai pencinta Apple sejati yang sangat terkejut dengan kondisi pekerja di pabrik pemasok gadget Apple.

Saat ini petisi itu telah mendapatkan simpati berupa lebih dari 200 ribu tanda tangan. Petisi serupa juga dibuat di situs SumOfUs.org dan telah mendapatkan 50 ribu.

Desakan supaya Apple memperhatikan para pekerja di pabrik pembuat iPhone dan iPad semakin mengemuka. Alasannya, banyak terjadi kecelakaan kerja hingga ledakan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah buruh.

Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan kesuksesan penjualan iPhone dan iPad. Belum lagi dihitung berapa keuntungan yang diraup Apple dari penjualan tadi plus larisnya aplikasi di Apple App Store.

Seorang pekerja di pabrik Foxconn mengaku dalam bekerja mereka diibaratkan seperti mesin. "Saya merasa seperti binatang," kata buruh itu.

Pekerja yang juga merakit iPad ini mengatakan mendapatkan upah kurang dari US$ 1 per jam.

CNN|RINI K