foto

Mesin ATM di Melawai, Jakarta, Minggu (17/5). Menurut BI, kondisi perbankan nasional saat ini tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal masih cukup tinggi yakni 17,4% dengan Gross Non Performing Loan tetap terkendali di bawah 5%. Tempo/Panca Syurka

Saham Bank Limbung, Indeks Jatuh 66 Poin  

TEMPO.CO, Jakarta - Jatuhnya saham sektor perbankan serta melemahnya bursa regional membuat indeks lokal sempat merosot hingga ke 3.895. Tekanan jual yang melanda saham perbankan membuat indeks sempat berada di bawah level 3.900.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dalam perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 10 Februari 2012, turun 66,595 poin ke level 3.912,393. Anjloknya saham perbankan dan Astra International memicu kejatuhan saham lainnya, sehingga indeks jatuh cukup dalam.

Analis dari MNC Securities, Reza Nugraha, mengatakan pemangkasan suku bunga acuan BI Rate 25 basis poin menjadi 5,75 persen melukai saham-saham perbankan. Portofolio bank yang memiliki investasi di Surat Utang Negara (SUN) akan tergerus seiring dengan penurunan suku bunga BI Rate. “Ini yang membuat perhatian investor saat ini, sehingga saham sektor perbankan jatuh lebih dari 3 persen,” tuturnya.

Penurunan suku bunga untuk jangka panjang sebenarnya sangat menguntungkan bagi perbankan. Dengan penurunan suku bunga, sektor riil akan lebih bergerak dan pembangunan juga akan terus tumbuh karena biaya pinjaman juga semakin rendah. Yang pasti dana kredit akan semakin terjangkau oleh masyarakat.

Dari faktor eksternal, setelah Yunani mencapai kesepakatan dengan para kreditornya, investor justru khawatir dana talangan bagi Yunani belum tentu akan segera cair. Sebab, Uni Eropa meminta persyaratan yang lain harus terpenuhi. Melambatnya perekonomian Cina yang akan menekan permintaan komoditas juga membebani perdagangan bursa Asia, termasuk bursa Jakarta.

Volume perdagangan hanya mencapai 3,98 miliar saham, senilai Rp 6,78 triliun, serta frekuensi 133,5 ribu kali transaksi. Harga 198 saham turun, hanya 60 saham naik, serta 67 saham lainnya stagnan. Dan investor asing kembali mencatat penjualan bersih Rp 527,7 miliar.

Saham-saham yang menyeret kejatuhan indeks kali ini antara lain Astra International (ASII) jatuh 2,4 persen menjadi Rp 71.200, Bank Mandiri (BMRI) terkoreksi 2,38 persen ke Rp 6.150, Bank BRI anjlok 4,32 persen ke Rp 6.650. Demikian pula dengan Bank BNI (BBNI) turun 4,17 persen menjadi Rp 3.450, Bank BCA (BBCA) merosot 4,43 persen menjadi 7.550, serta Bank Danamon (BDMN) juga susut 4,3 persen menjadi Rp 4.450 per saham.

Sebagian besar bursa Asia sore ini juga ditutup melemah. Bursa Hong Kong terkoreksi 1,08 persen, bursa Tokyo turun 0,61 persen, bursa Seoul merosot 1,04 persen, serta bursa Singapura juga melemah 0,71 persen.

VIVA B. KUSNANDAR