foto

TEMPO/Seto Wardhana

BP Migas: Penghematan Pengadaan Rp 1,4 Triliun  

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, R. Priyono, mengatakan penghematan yang dibukukan di sektor pengadaan bersama Suply Chain Management seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama tahun lalu menembus US$ 143,7 juta. "Sekitar Rp 1,4 triliun, naik 37 persen dari target," katanya di Bandung, Jumat, 10 Februari 2012.

Tahun lalu target penghematan di sektor pengadaan bersama KKKS itu dipatok US$ 105 juta. Priyono mengatakan tahun ini target penghematan sektor pengadaan itu bisa menembus antara US$ 150 juta hingga US$ 160 juta.

Penghematan yang dimaksud adalah kerja sama pengadaan seluruh KKKS untuk pengadaan sewa peralatan hingga stok barang yang mulai dilaksanakan sejak 2010 lalu. “Kalau dulu pengadaan sendiri-sendiri, sekarang jadi satu saja dulu, deh. Kalau dulu mungkin sewa (alat) 6 bulan, sekarang bisa 3 tahun tapi pemakaian bergantian. Jadi jatuhnya lebih murah,” katanya.

Direktur Umum BP Migas J. Widjanarko menjelaskan pemerintah mengelompokkan KKKS berdasarkan 6 zona wilayah operasinya, yakni Natuna, Central Sumatera, South Sumatera, ONWJ, East Java-Nusa Tenggara, serta zona Kalimantan-Sulawesi.

Target penghematan pengadaan barang fasilitas bersama tahun lalu hanya US$ 80 juta, tapi realisasinya menembus US$ 103,5 juta atau 129 persen. Lalu dari optimalisasi transfer material dan pemanfaatannya antar-kontraktor KKS ditargetkan US$ 25 juta, realisasinya menjadi US$ 40,2 juta.

Tren penghematan diakui BP Migas terjadi setiap tahunnya selalu melampaui target. Lewat Rapat Kerja Tahunan, kemarin, pemerintah sepakat mematok target penghematan US$ 155 juta. “Potensi penghematannya sampai US$ 181 juta,” kata Widjanarko.

AHMAD FIKRI