foto

Warga menuruni perahu motor yang merapat di dermaga kampung Nelayan Penjaringan, Jakarta, Jum''at (29/12). TEMPO/Tony Hartawan

Nelayan Tak Cukup Dibantu dengan Beras

TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Kelompok Kerja Ikan Aliansi untuk Desa Sejahtera (Pokja ADS), Riza Damanik, mengatakan cadangan beras pemerintah bagi nelayan tak cukup. “Memangnya orang bisa sekolah hanya dengan beras,” katanya dalam konferensi pers di, Jakarta Jumat 10 Februari 2012.

Pemberian beras cadangan merupakan bentuk bantuan sosial pemerintah kepada nelayan karena selama berbulan-bulan mereka tak melaut akibat cuaca buruk. Kementerian Kesejahteraan Rakyat menyiapkan 200 ton beras per tahun per provinsi untuk korban bencana. 

Menurut Riza, pendapatan nelayan dari melaut adalah uang harian. Artinya, jika dua hari atau seminggu bahkan sebulan nelayan tak melaut, maka implikasinya sangat terasa. Jika cuaca ekstrem hingga Maret, selama itu nelayan tak mendapat penghasilan. “Dan penghasilan itu bukan hanya untuk makan. Masih banyak kebutuhan yang lain,” katanya. 

Menurut dia, ada empat hal yang harus dilakukan pemerintah untuk membantu nelayan. Pertama, pemerintah harus memberikan bantuan dasar berupa air bersih, pendidikan, dan kesehatan. Kedua, memberikan modal usaha agar aktivitas ekonomi nelayan pulih. Ketiga, mengevakuasi kondisi nelayan karena cuaca ekstrem menghancurkan rumahnya. 

“Terakhir, pemerintah harus melakukan aksi nasional untuk antisipasi cuaca ekstrem. Berikan pengetahuan pada nelayan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Informasi selalu ada dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), namun info itu tidak pernah sampai ke nelayan,” ujar Riza.  

MITRA TARIGAN