foto

TEMPO/ Zulkarnain

Selamatkan Muaro Jambi untuk Peradaban

TEMPO.CO , Jakarta: Perhimpunan Pelestarian Muaro Jambi (PPMJ) bersama dengan Dewan Kesenian Jambi menggagas petisi bagi pelestarian situs kompleks candi kuno Muaro Jambi, di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Organisasi yang anggotanya terdiri dari berbagai profesi ini akan mengajukan petisi tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

“Petisi ini berasal dari keprihatinan Dewan Kesenian Jambi akan ancaman situs Muaro Jambi,” kata anggota PPMJ, Metta Dharmasaputra, kepada Tempo dalam konferensi yang digagas PPMJ di Jakarta, Kamis, 9 Februari 2012.

Situs Muaro Jambi terancam industri dan pabrik yang disebabkan percepatan pembangunan kawasan. “Tidak melestarikan Muaro Jambi sama halnya seperti memutus peradaban,” ujar Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Junus Satrio Atmodjo.

Muaro Jambi dikenal sebagai lokasi penting dalam proses penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara, bersama Jawa, Thailand, dan Kamboja. Maka tidak heran apabila Muaro Jambi disebut sebagai permulaan penting peradaban.

Setelah penandatanganan, petisi, selanjutnya akan diluncurkan melalui sosial media agar semua pihak dapat berpartisipasi. “Langkah ini kami lakukan agar negara lain tidak mengklaim kekayaan budaya milik bangsa Indonesia,” ujar Metta.

Ia mengatakan jika Muaro Jambi dapat dihidupkan menjadi kawasan budaya, maka secara ekonomi juga menguntungkan. Penduduk sekitar mata pencarian dan pemasukannya bertambah karena turut berpartisipasi dalam pengembangan budaya.

PPMJ terinspirasi dengan adanya kota budaya yang ada di luar negeri. Metta menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke kota Li Jiang di Cina. “Di Old Town, Li Jiang, peradabannya benar-benar dilestarikan. Masyarakat tetap memakai pakaian tradisional dalam kehidupan sehari-harinya.”

Kawasan cagar budaya Muaro Candi adalah daerah-daerah yang mencakup tujuh wilayah desa di Kabupaten Muaro Jambi. Ketujuh desa tersebut adalah Desa Dusun Baru, Desa Danau Lamo, Desa Muarajambi, Desa Kemingking Luar dan Desa Kemingking Dalam, Desa Teluk Jambu dan Desa Dusun Mudo.

Di kawasan ini terdapat kompleks candi peninggalan masa Hindu-Buddha yang dibangun pada abad VII-XIII Masehi. Kawasan tersebut memiliki luas 2612 hektare. Candi-candi yang terdapat di wilayah itu adalah Candi Teluk I, Candi Teluk II, Candi Cina, Menapo Cina, Menapo Pelayangan, Menapo Mukti, dan Menapo Astano. Menapo adalah tumpukan batu yang sudah tertimbun.

SATWIKA MOVEMENTI