foto

Kupang

Ketua DPRD Kupang Daftar Calon Wali Kota

TEMPO.CO, Kupang - Viktor Lerik, Jumat, 10 Februari 2012, mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai bakal calon Wali Kota Kupang periode 2012-2017.

Lerik, anak mantan Wali Kota Kupang, Samuel Kristian Lerik (alm), yang saat ini Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang, datang dengan ribuan pendukungnya yang memadati ruas Jalan Kartini, lokasi kantor KPU berada.

Pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang akan digelar 1 Mei 2012 mendatang, Viktor Lerik berpasangan dengan Muhamad Wongso, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya didukung 11 partai, yakni PKPB, PKDI, PPDI, Partai Kedaulatan, PSI, PNBK, Partai Pelopor, PBR, PBB, PNB, dan Republikan.

Duet Viktor Lerik dan Muhamad Wongso merupakan kandidat pertama yang mendaftarkan diri. Adapun masa pendaftaran yang ditetapkan KPU Kota Kupang mulai hari ini hingga Kamis, 16 Februari 2012.

Dengan dukungan 11 partai tersebut pasangan Viktor Lerik dan Muhamad Wongso dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon wali kota dan wakil wali kota periode 2012-2017. Sebab syarat 15 persen dukungan suara sah partai politik sudah terpenuhi. "Pasangan ini telah memenuhi syarat dukungan partai politik," kata Ketua KPU Kota Kupang, Daniel Bangu Ratu, kepada wartawan di Kupang.

Menurut Daniel, Viktor Lerik-Muhammad Wongso yang diusung 11 partai politik dengan jumlah dukungan suara sah 22.788 orang.

Ketua koalisi partai pengusung Viktor Lerik-Muhammad Wongso, Hiasintus Yoseph Yoris Parera, mengatakan optimistis jagonya memenangi pemilihan. "Syarat untuk menjadi calon sudah terpenuhi,” ujarnya.

Viktor Lerik bakal bertarung melawan seterunya, Daniel Adoe, yang saat ini menjabat Wali Kota Kupang. Meski belum secara resmi mendaftar, Daniel Adoe beberapa kali menyatakan dirinya siap kembali memperebutkan jabatan Wali Kota Kupang.

Berdasarkan data Tempo, Viktor Lerik dan Daniel Adoe tidak hanya berseberangan dalam urusan pemerintahan yang berujung saling lapor secara pidana ke polisi. Keduanya juga saling sikut memperebutkan kursi ketua DPD Partai Golkar Kota Kupang yang akhirnya dimenangi Daniel Adoe.

YOHANES SEO