Bangkai mobil sedan nopol AG 1663 V yang terlibat kecelakaan dengan bus Sumber Kencono nopol W 7503 UY di Jalan Raya Madiun-Solo tepatnya di jembatan Dusun Glodok, Desa/Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis dini hari (9/2). Bus yang menghindari sedan dari arah berlawanan akhirnya tercebur ke sungai. TEMPO/Ishomuddin
Topik
Foto Terkait
Sopir Penabrak Sumber Kencono Terancam Tersangka
TEMPO.CO, Magetan - Sopir sedan bernopol AG 1663 V, Lilik Purwanto, 40 tahun, yang bertabrakan dengan bus Sumber Kencono nopol W 7503 UY di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terancam jadi tersangka.
Kedua kendaraan bertabrakan di Jalan Raya Madiun-Solo kilometer 182-183 dari Surabaya tepat di jembatan Dusun Glodok, Desa/Kecamatan Karangrejo, Magetan, Kamis dini hari, 9 Februari 2012. Karena menghindari sedan yang oleng, bus rute Yogyakarta-Surabaya berpenumpang sekitar 15 orang itu tercebur ke sungai sedalam sekitar 12 meter. Dua orang tewas masing-masing penumpang bus dan sedan. Sedikitnya 12 orang luka-luka termasuk sopir bus dan sedan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan bekas pengereman oleh sedan. "Pada lajur jalan yang dilalui sedan tidak ditemukan bekas pengereman, sedangkan di lajur bus ada bekas pengereman," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Magetan Ajun Komisaris Polisi Dadang Kurnia, Jumat, 10 Februari 2012. Artinya, saat tabrakan, pengemudi sedan sama sekali tidak mengerem.
Selain tidak mengerem sedan juga memakan lajur kendaraan arah berlawanan. Ini terbukti dari titik tabrakan pertama atau titik tumbur yang ditemukan di lokasi kecelakaan. "Titik tumbur berada sekitar 1,3 meter sebelah kanan as jalan (garis pemisah) dari lajur sedan," katanya.
Artinya sedan memakan lajur kendaraan lain hingga 1,3 meter. Dalam kecelakaan ini bus melaju dari arah Ngawi sedangkan sedan melaju dari arah berlawanan yakni arah Madiun atau Magetan.
Sopir sedan, Lilik, hingga kini masih dirawat di RSUD dr. Soedono, Kota Madiun, dan belum bisa dimintai keterangan polisi. Lilik yang mengemudi sedan yang ditumpangi bersama dua rekannya diduga sedang mabuk. Warga Perumahan Pabrik Gula (PG) Purwodadi, Kecamatan Karangrejo, Magetan, ini dikenal sering mabuk-mabukan dengan teman-temannya. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Surabaya masih meneliti sampel urine dan darahnya untuk melihat kemungkinan kandungan zat adiktif dan alkohol.
Penyelidikan dan penyidikan kasus ini melibatkan Polres setempat dan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur. "Keterangan saksi, hasil olah TKP dan bukti-bukti lain akan kami kaji sebelum menetapkan tersangka," ujar Dadang.
Dugaan sedan yang oleng sebelum bertabrakan dikatakan Koordinator Lapangan PO Sumber Kencono Wilayah Madiun-Magetan, Sunar, berdasarkan keterangan sopir bus, Hariyanto. "Sebelum kejadian, sedan tampak zigzag dan memakan lajur ke kanan," katanya.
Tabrakan tak terelakkan meski bus berusaha menghindar. "Karena kehilangan keseimbangan, bus terguling dan jatuh ke sungai," ujarnya. Sunar mengatakan secara umum kondisi bus layak jalan meski alat Global Positioning System (GPS)-nya rusak. "Ada kerusakan teknis dan dalam perbaikan," katanya. Kecepatan bus diperkirakan hanya sekitar 40-50 kilometer per jam.
ISHOMUDDIN





