foto

REUTERS/Romeo Ranoco

Jayapura Banjir, Ratusan Rumah Masih Terendam  

TEMPO.CO, Jayapura - Hingga hari kedua setelah banjir besar menerjang Kota Jayapura, Kamis, 9 Februari 2012, aktivitas jual-beli di Pasar Yotefa, Kota Jayapura, masih lumpuh. Banjir juga merendam ratusan rumah.

“Semuanya akan kembali normal minggu depan. Kami sudah mengerahkan lima ribu tiga ratus PNS dan petugas untuk membersihkan pasar serta memberi bantuan bagi korban banjir,” kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, Sabtu, 11 Februari 2012.

Menurut Benhur, banjir kali ini merupakan yang terparah di Jayapura setelah 2008. “Program utama kami adalah pembersihan sampah akibat banjir. Berikutnya adalah menjadikan Kota Jayapura bebas dari sampah untuk menghindari banjir,” ujarnya.

Mengantisipasi banjir, Pemerintah Kota Jayapura membuat peraturan daerah soal sampah. Bila kemudian ada yang melanggar, akan dikenai sanksi. “Ada sanksinya. Saya lupa Perda itu nomor berapa. Ini untuk menjaga Kota Jayapura bersih. Akibat banjir kali ini kerugian mencapai miliaran rupiah,” katanya.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura sejak Rabu dini hari hingga Kamis kemarin. Air meluap dari drainase hingga sebagian wilayah kota dan Pasar Yotefa di Kotaraja terendam kurang lebih tiga meter. “Saya merugi sampai tiga ratus juta, barang saya banyak yang hanyut,” kata La Wongko, pedagang di Pasar Yotefa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura, Yusuf Itaar, mengatakan pihaknya telah membagikan puluhan dus mi instan dan air mineral bagi korban banjir. “Ada puluhan, ini data sementara. Kami akan pantau terus banjir kali ini,” ucapnya.

Berdasarkan data BPBD Kota Jayapura, banjir Kamis lalu menggenangi sejumlah titik. Di antaranya Pasar Yotefa dengan jumlah korban 26 keluarga, Bucen IV Kotaraja, perumahan belakang POM Bensin Kotaraja, Kelurahan Wahno dengan 100 unit rumah terendam, sebuah jembatan putus, dan tembok rumah hancur.

Di Waena, Abepura, banjir merusak Kompleks BTN Lentera 2 dengan korban 15 keluarga, jalan rusak dan bak sampah hanyut. Di Kelurahan Yabansai, PAUD di RT 02 RW XII tergenang. Dua jembatan di RT 02 RW XII dan RT 04 RW VI juga putus dan mengakibatkan sekitar 50 KK terisolir. Masih di Yabansai, sejumlah rumah rusak ringan dengan korban 3 KK, 13 jiwa.

Banjir juga melanda Kelurahan Waimhorok. Di Kelurahan Entrop, korban banjir di RT 03 RW 07 mencapai 109 KK. RT 02 RW 07, 8 KK dan 92 KK lainnya harus kehilangan materi di kompleks Assalam Entrop.

Banjir terparah terjadi di Jalan Percetakan samping Hotel Aston, Kota Jayapura. Tanah longsor mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka. Bencana ini menyebabkan rumah 29 keluarga, 169 jiwa, di DOK IX terendam.

JERRY OMONA