Sejumlah perawat dengan menggunakan masker melakukan pemeriksaan terhadap LSY (5 tahun) warga negara Singapura suspect flu babi (H1N1) di ruang isolasi RSUD Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selasa (21/7). ANTARA/Yusnadi Nazar
Topik
Foto Terkait
Waspadai Flu Singapura dengan Pola Hidup Sehat
TEMPO.CO, Yogyakarta - Meskipun bukan tergolong penyakit mematikan, flu Singapura harus diwaspadai. Terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah, baik balita maupun orang dewasa. Apalagi para penderita asma, kelainan jantung, dan paru-paru.
Penyakit itu, menurut pakar penyakit dalam spesialis paru-paru Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Sumardi, disebabkan virus coxsacie A16 (CA 16) dan EV71. Penderita biasanya mengalami penurunan daya tahan tubuh.
“Sebetulnya virus ini tidak menimbulkan kematian, kecuali penderita memiliki penyakit lain, misalnya asma, jantung, paru-paru, dan ginjal," kata doker di Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat, 10 Februari 2012.
Tanpa antisipasi, dengan daya tahan tubuh yang menurun, akan memberatkan penyakit lain, bahkan mengakibatkan kematian. Flu Singapura dalam ilmu kedokteran dikenal dengan Hand Foot and Mouth Disease (HFMD). Gejala awal dari penyakit ini menyerupai flu pada umumnya, seperti demam, sakit tenggorokan, dan pilek.
Tetapi penderita flu Singapura disertai munculnya bintik-bintik merah berisi cairan di telapak tangan, kaki, dan mulut. Flu Singapura memiliki masa inkubasi sekitar 2-4 hari.
Penyakit ini banyak menyerang anak-anak dan balita dan jarang menyerang orang dewasa karena memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat. Jika terjadi pada orang dewasa, biasanya yang muncul hanya sariawan.
Dalam beberapa waktu terakhir, warga Kota Depok, Jawa Barat, diresahkan dengan merebaknya kembali serangan penyakit flu Singapura yang pada tahun sebelumnya telah menyerang warga Jakarta dan sekitarnya.
Meskipun tidak berbahaya, ia meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit itu. Namun masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi kejadian ini karena virus flu Singapura ini memang tidak mematikan. "Tetapi jangan dianggap enteng," kata dia.
Sumardi mengatakan tidak ada obat khusus yang digunakan untuk virus flu Singapura. Dokter bisa memberikan multivitamin untuk menaikkan daya tahan tubuh. Seperti yang diberikan kepada penderita influenza, obat penurun panas untuk mengatasi demam, dan salep untuk bintik-bintik di kulit. Penderita akan sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuhnya sudah membaik.
Ia mengatakan, flu Singapura mudah menular dan terjadi ketika kontak langsung saat bicara, batuk, dan bersin. Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit ini, ia menyarankan penderita tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, terutama pada anak-anak yang rentan terhadap penyakit. Jika ingin beraktivitas, disarankan untuk menggunakan penutup muka/masker untuk meminimalisasi terjadinya penularan penyakit.
Selain itu, harus menjaga pola hidup yang sehat dengan makan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika toh diberikan vaksin, tidak akan efektif karena virus flu sifatnya mudah berubah dan mudah bermutasi. Jika vaksin diberikan, hanya bisa bertahan 1-2 tahun. Tidak seperti vaksin hepatitis dan campak yang bisa sampai seumur hidup.
"Perlu jaga pola hidup sehat agar daya tahan tubuh terjaga,” kata Sumardi.
MUH SYAIFULLAH





