foto

Sejumlah petugas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di ruang Sekretariat dan Pimpinan Badan Anggaran, Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (10/2). TEMPO/Imam Sukamto

Marzuki Minta KPK Bongkar Korupsi di DPR

TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie menilai positif langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadap ruang Sekretariat Badan Anggaran. "Sepanjang semua mengikuti aturan saya pikir itu bagus," ujar Marzuki, di Jakarta, Jumat, 10 Februari 2012. 

Menurut Marzuki, pimpinan DPR tidak akan mengintervensi langkah KPK menyelidiki dugaan korupsi yang terjadi di lembaganya. "Semua akan bekerja sama," ujar dia.

Dalam melakukan penggeledahan ini, Marzuki melanjutkan KPK bisa saja melakukan di ruang sekretariat Banggar dan ruang anggota Komisi VII DPR, Wa Ode Nurhayati tanpa seizin pimpinan DPR. KPK hanya perlu memberitahukan Sekretaris Jenderal DPR. Sekjen yang akan membantu KPK dalam melaksanakan tugasnya. 

Politikus Demokrat ini berharap KPK segera menuntaskan berbagai kasus korupsi sejumlah nama anggota DPR. Termasuk kasus korupsi Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) yang menyeret Wa Ode sebagai tersangka. Menurut dia penyelidikan juga harus dikembangkan dari bukti yang lain tidak hanya yang ada di ruang Banggar dan ruang kerja Wa Ode. "Kalau di sana saya kira tidak akan ada (bukti)."

Ia mengaku tidak mengetahui persis mengenai materi penyelidikan yang dilakukan oleh KPK. Menurut dia selain menyelidiki dugaan korupsi Pembangunan Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) yang melibatkan Wa Ode tidak tertutup kemungkinan penyelidikan akan mengarah pada dugaan korupsi lainnya. 

Pertengahan Januari lalu, Marzuki juga telah melaporkan sejumlah proyek pengadaan di DPR yang dicurigai terindikasi korupsi. Menurut Marzuki, ada lima proyek selama tahun 2010-2011 yang dilaporkan Marzuki pada KPK. "Itu proyek-proyek di DPR yang dianggap bermasalah."

IRA GUSLINA

Politik Terpopuler
Misteri Cadar Yulianis di Persidangan Nazar

TPF Demokrat Soal Wisma Atlet Dianggap Akal-akalan

Temui Nazar di Penjara, Nasir Terancam Sanksi

Tertangkap Basah, Pertemuan Rahasia Nazar-Nasir

Elza Syarif: Anas Big Bos Proyek Hambalang

Pesawat Presiden RI Jauh Beda dengan Air Force One

Apa Peran Nasir dalam Kasus Nazar

Saksi Kecelakaan Maut di Puncak: 50 Orang Tewas

Gambar CCTV Pertemuan Nazar-Nasir di Cipinang

Begini Pertemuan TPF Wisma Atlet Demokrat Digelar