foto

Empat dari sepuluh buruh galian kabel korban penembakan dua Orang Tak Kenal (OTK) di Desa Blang Cot, Kecamatan Jeumpa, menjalani perawatan medis di ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Dr Fauziah Bireuen, Provinsi Aceh beberapa waktu lalu. ANTARA/Rahmad

Polisi: Lima Kasus Penembakan di Aceh Berkaitan  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Aceh menemukan kaitan antara lima kasus penembakan yang terjadi di Aceh antara Desember 2011 dan Januari 2012. “Berdasarkan temuan para penyidik di lapangan, memang ada beberapa kesamaan senjata dan proyektil yang digunakan,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Gustav Leo kepada Tempo, Sabtu, 11 Februari 2012.

Berdasarkan hasil uji laboratorium dan forensik termasuk uji balistik yang dilakukan tim penyidik, seluruh senjata dan peluru yang digunakan dalam lima kasus penembakan itu sama. Menurut Gustav, mereka menggunakan senjata AK 47 dengan proyektil yang sama. “Kalau proyektil dan senjatanya sama bisa disimpulkan pelakunya sama,” Gustav menuturkan. Tim penyidik juga berkesimpulan seluruh senjata berasal dari sumber yang sama.

Dalam olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim penyidik, ada beberapa kemiripan pada temuan tim penyidik. Tapi Gustav tidak menjelaskan kemiripan-kemiripan tersebut. Kemiripan ini semakin menguatkan kesimpulan bahwa kelima aksi penembakan itu memang saling berkaitan.

Namun Gustav mengatakan tim penyidik belum bisa mengidentifikasi pelaku dari rangkaian penembakan tersebut. “Perkembangan terakhir baru kemajuan pengungkapan kasus,” Gustav menuturkan.

Polda setempat juga belum berhasil menemukan motif dari lima kasus penembakan tersebut, apakah terkait dengan pilkada atau ada motif lain. “Motif bisa diungkap kalau kami sudah berhasil menangkap pelaku,” kata Gustav. Ia tidak berani berasumsi karena pengungkapan pelaku masih dalam pengembangan tim di lapangan.

Lima kasus penembakan dimulai dengan kejadian pada awal Desember 2011. Sebanyak lima orang misterius memberondong dengan senjata api AK 47 ke arah para karyawan di sebuah kantin PT Satya Agung, Simpang Keramat, Aceh, sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya, tiga karyawan tewas dan lima orang luka berat.

Penembakan kedua terjadi pada 31 Januari 2011 malam terhadap para pekerja penggalian kabel optik Telkomsel di Gampong Blang Cot Tunong, Jeumpa, Bireun. Tiga di antaranya meninggal dunia dan tujuh lainnya terluka. Pada hari yang sama penembak misterius juga menewaskan penjaga toko boneka, Wagino alias Dimas, di Kawasan Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh.

Pada 1 Januari 2012, giliran dua warga ditembak saat berada di sebuah warung kopi Seurukey, Lampahan, Aceh Utara. Seorang di antaranya tewas. Penembakan kembali terjadi pada Kamis, 5 Januari 2012. Kali ini, tiga pekerja bangunan di Simpang Anuek Galong, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, menjadi korban. Tiga buruh asal Semarang Jawa Tengah itu ditembak saat beristirahat di barak.

ANANDA W. TERESIA