Aburizal Bakrie. TEMPO/Imam Sukamto
Infografis
Golkar Deklarasi Capres pada Oktober 2012
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golongan Karya, Aburizal Bakrie, menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2014 mendatang. "Saya selalu siap menjalani tugas partai," kata Aburizal usai memberikan sambutan di acara Orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar Angkatan Pertama di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu, 11 Februari 2012.
Menurut dia, deklarasi resmi pencapresan dirinya akan dilakukan Partai Golkar pada Rapat Pimpinan Nasional yang akan digelar pada Oktober tahun ini. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan dilakukannya survei atas peluang Partai Golkar memenangi Pemilu 2014.
"Supaya surveinya makin lama makin naik. Barulah nanti kami lakukan deklarasinya," ujar Ical, sapaan akrab Aburizal.
Pada bulan Oktober, ketika dilakukan pendeklarasian capres, Ical mengatakan partainya menargetkan kenaikan hasil survei. "Oktober nanti Golkar harus mencapai 22 persen," ucap dia.
Dia mengatakan capres dari Partai Golkar yang nantinya akan maju dalam Pemilihan Presiden 2014 minimal harus menyamai besaran perolehan suara partai pada pemilu 2014. "Dan harus bisa melebihi suara partai," kata Ical.
Menurutnya partainya juga harus realistis dalam menghadapi pemilu 2014 dengan melihat berbagai kemungkinan yang akan terjadi ke depannya. "Sekarang kan Partai Golkar nomor satu (hasil surveinya)," ujarnya.
Seperti diketahui, sejauh ini elaktibilitas Partai Golkar berdasarkan berbagai survei lembaga independen semakin naik. Hasil survei terakhir menyebutkan jika pemilu digelar hari ini, Golkar akan menang dengan suara sebesar 18,9 persen mengungguli partai-partai lainnya.
"Sejauh ini kami telah melampaui level aman pertama, yaitu melewati perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2009 sebesar 14,5 persen," kata Ical.
Menurutnya, saat ini partainya sedang berusaha mencapai level aman kedua, yakni melampaui perolehan suara partainya pada Pemilu 2004 yang sebesar 21 persen. "Kami juga berjuang sekeras-kerasnya untuk mencetak sejarah baru setelah reformasi dengan berupaya meraih suara sebesar 30 persen pada Pemilu 2014," ujar dia.
PRIHANDOKO





