ANTARA/HO-Febri
Topik
Infografis
Bank Mutiara Baru Balik Modal 25 Tahun
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mutiara diperkirakan baru bisa menguntungkan investor setelah 25 tahun. Rentang waktu ini diperoleh dari perhitungan nilai pembelian dan laba bank eks Century tersebut. “Jika labanya konstan ataupun meningkat, setelah jangka waktu tersebut investor baru untung,” kata Pengamat Ekonomi Aviliani, Jumat, 10 Februari 2012.
Hitung-hitungannya, dia menjelaskan, dengan asumsi investor membeli Bank Mutiara seharga Rp 6,75 triliun. Jumlah ini sesuai dengan besaran yang ditentukan oleh pemerintah melalui aturan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Adapun besaran laba merujuk perolehan tahun lalu, sebesar Rp293 miliar. Jika laba rata-rata sebesar itu, maka butuh waktu sekitar 25 tahun untuk mengembalikan modal pembelian.
Aviliani menilai Bank Mutiara hanya layak dihargai Rp1,5 triliun. Rendahnya nilai tersebut mengingat besarnya resiko politik yang bakal ditanggung oleh investor. “Tidak ada yang bisa menjamin masalah Bank Mutiara bebas politisasi,” katanya.
Untuk itu, investor yang kelak membeli bekas Bank Century ini harus berhati-hati. Isu bailout Bank Century yang dibawa ke ranah politik mungkin saja dibuka kembali pascapembelian oleh investor. Jika itu terjadi, secara psikologis nasabah akan terpengaruh. “Kemungkinan penarikan dana nasabah secara besar-besaran terbuka lebar,”kata Aviliani.
Dia mengusulkan agar Bank Mutiara dimerger saja dengan bank-bank badan usaha milik negara (BUMN). Proses merger tersebut tidak akan merugikan negara. “Selain itu, rasa percaya masyarakat terhadap bank BUMN masih tinggi,”katanya. Upaya ini dapat meminimalkan resiko politik yang ditimbulkan kasus bailout Bank Century tiga tahun lalu.
Terkait rencana pembelian Bank Mutiara oleh Yawadwipa, Aviliani berkomentar singkat. “Apa motif pembeliannya? Saya pikir harus jelas betul,”ujarnya. Dia berharap pembelian Bank Mutiara tidak ditunggangi kepentingan politik.
Sementara itu Direktur Utama Bank Mutiara Maryono tetap percaya diri perseroannya mampu menarik investor. "Sekarang Bank Mutiara sudah kinclong," kata dia ketika ditemui saat relokasi Bank Mutiara cabang Pasar Baru, Rabu lalu. Bank Mutiara berhasil meningkatkan porsi pembiayaan kredit sebesar 49,2 persen atau setara Rp9,4 triliun tahun lalu. Nilai ini naik 97 persen pasca diambil alih.
SUBKHAN





