.
Topik
Infografis
Bank Mutiara Segera Gabung Jaringan ATM Prima
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mutiara berencana untuk masuk dalam jaringan ATM Prima sebagai bagian pengembangan bisnisnya tahun ini. Proses integrasi ini ditargetkan rampung pada triwulan pertama 2012.
Untuk memuluskan rencana tersebut, manajemen Bank Mutiara telah mengajukan perizinan kepada Bank Sentral. “Kami tengah menunggu izin dari BI untuk bergabung dengan jaringan ATM Prima,” kata Direktur Utama Bank Mutiara Maryono kepada Tempo, Jumat, 10 Februari 2012.
Bank Mutiara menargetkan kenaikan transaksi tabungan sebesar 50 persen dengan integrasi ini. Terdapat sekitar 44 bank swasta nasional maupun BPD yang tergabung dalam jaringan ATM Prima yang terkoneksi di 31.700 ATM di seluruh Indonesia.
Maryono menegaskan bahwa perseroan akan tetap berfokus pada layanan consumer banking. Produk-produk seperti KTA, KPR dan multifinance tetap menjadi andalan Bank Mutiara. Maryono berani menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp2,2 triliun tahun ini atau tumbuh sebesar 23 persen. “Setengahnya dari kredit konsumsi.”
Kredit konsumsi dinilai potensial untuk dikembangkan. “Prospeknya bagus dan pasarnya juga masih terbuka,”jelasnya. Generasi muda usia produktif menjadi segmen utama yang diincar Bank Mutiara.
Selain lebih agresif pada kredit konsumsi, Bank Mutiara bertekad untuk memperkuat fundamental keuangan perusahaan tahun ini. “Perusahaan harus siap secara finansial dalam menghadapi gejolak perekonomian.”
Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan berencana untuk menjual Bank Mutiara tahun ini. Upaya ini dilakukan kembali setelah gagal dilakukan tahun lalu. Waktu penawaran yang hanya dua minggu dan tidak terpenuhinya syarat administrasi oleh para calon investor menjadi penyebab utama kegagalan penjualan Bank Mutiara.
Tak lama setelah pengumuman penjualan Bank Mutiara oleh LPS, sebuah perusahaan investasi bernama Yawadwipa mengaku tertarik untuk membeli Bank Mutiara seharga Rp6,7 triliun. Dalam rilisnya, Yawadwipa berambisi untuk menjadikan akuisisi Bank Mutiara menyamai akuisisi Bank BCA oleh Farallon Grup dan Djarum.
SUBKHAN





