foto

TEMPO/Amston Probel

CEO Suite Belum Mengkonfirmasi Yawadwipa

TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan perusahaan jasa persewaan kantor virtual CEO Suite belum bersedia memberikan penjelasan ikhwal Yawadwipa Companies. Saat dikonfirmasi mengenai Yawadwipa melalui surat elektronik, Jumat 10 Februari 2012, General Manager CEO Suite Jakarta Nuke Yudaningrat enggan berkomentar banyak.  “Anda harus menghubungi klien tersebut agar kami dapat memberikan informasi,” katanya.

Yawadwipa, perusahaan private equity fund yang belakangan naik daun setelah mengutarakan minatnya membeli Bank Mutiara, mengaku beralamat di Suite 1701 Menara 2, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Nah, alamat tersebut merupakan alamat kantor yang disewakan oleh CEO Suite seperti yang diinformasikan pada laman website CEO Suite.

Nuke mengatakan, pihaknya tidak berhak untuk memberikan keterangan apapun soal itu. Dia mengaku membutuhkan izin dari klien yang dimaksud untuk memberikan konfirmasi keberadaan Yawadwipa. Sementara itu, Manajemen CEO Suite Singapura belum menjawab surat elektronik yang Tempo kirimkan terkait kantor Yawadwipa di Singapore Land Tower Lantai 37.

Yawadwipa mendadak ramai dibicarakan setelah siaran persnya yang menghebohkan awal pekan ini. Dalam keterangan pers tersebut disebutkan rencana akuisisi 100 persen saham PT. Bank Mutiara. Yawadwipa bermaksud membeli bank yang dulu bernama Bank Century itu seharga Rp6,7 triliun, sesuai dengan nilai bail out pada tahun 2008.

CEO Yawadwipa Christopher Holm maupun Chief Operating Officer Prasetyo Singgih, masing-masing membenarkan rencana akuisisi ini. “Kami memiliki sumber pendanaan yang menarik untuk membiayai Bank Mutiara,” ujar Christopher Holm dalam surat elektroniknya kepada Tempo, Selasa lalu.

Ketua Panitia Penjualan Bank Mutiara Mirza Mochtar mengaku telah menerima surat pernyataan minat dari Yawadwipa untuk membeli Bank Mutiara. “Surat pernyataan minatnya sudah disampaikan kepada Danareksa, tapi saat ini belum memasuki periode pendaftaran.” Mirza menjelaskan, meskipun telah menyatakan minatnya secara resmi, Yawadwipa bisa saja tidak mendaftar untuk melakukan penawaran awal.

SUBKHAN