foto

AP/Richard Drew

Ragukan Kesepakatan Yunani, Wall Street Turun 89  

TEMPO.CO, New York - Saham-saham di bursa Wall Street mengalami hal terburuknya sepanjang tahun ini setelah Yunani masih mengalami hambatan dalam pengucuran dana talangan agar terhindar dari default (gagal bayar utang).

Indeks Dow Jones industri dalam perdagangan semalam ditutup turun 89,23 poin (0,69 persen) menjadi 12.801,23. Indeks S&P 500 juga terkoreksi 9,31 poin (0,69 persen) ke posisi 1.342,64. Indeks saham teknologi Nasdaq juga melemah 23,35 poin (0,8 persen) ke 2.903,88.

Sehari sebelumnya investor membeli saham setelah Perdana Menteri Yunani, Lucas Papa Demos, dan tiga pimpinan partai mendukung langkah pemerintah untuk mendukung pemangkasan gaji, memberhentikan pegawai negeri, serta mengurangi belanja negara.

Langkah ini untuk mengamankan Yunani agar segera mendapatkan kucuran dana pinjaman internasional senilai 130 miliar euro agar terhindar dari gagal bayar utang yang akan jatuh tempo bulan depan.

Pada Jumat kemarin Menteri Keuangan Eropa berkeras agar Yunani setuju meningkatkan pemotongan dan menekan pengeluaran. Lebih dari 15 ribu demonstran menyerbu jalan-jalan di Athena serta melempari batu ke arah polisi. Empat menteri kabinet mengundurkan diri akibat kebijakan pemangkasan anggaran.

“Ekonomi Yunani memburuk lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya, sehingga langkah penghematan sangat tidak populer,” kata Mark Luschini, kepala investasi dari Janney Montgomery Scott. “Mungkin ada kekacauan,” tuturnya.

Penurunan bursa New York merata di semua sektor. Dari 10 sektor industri S&P 500 semuanya turun dan sektor komoditas turun paling tajam 1,8 persen. Sedangkan energi dan keuangan juga turun lebih dari 1 persen.

Sejak awal tahun saham di Wall Street umumnya menguat perlahan karena membaiknya data ekonomi dan meredanya kecemasan akan krisis utang kawasan Eropa. Dow Jones telah meningkat 4,8 persen sepanjang tahun 2012 dan awal pekan depan Dow Jones siap menggapai level 13.000 untuk pertama kalinya sejak 2008 lalu. Saham produsen aluminium, Alcoa, turun 3,3 persen memimpin kejatuhan indeks Dow Jones.

Kamis lalu euro menguat ke level tertingginya terhadap dolar AS dalam dua bulan hingga ke US$ 1,32. Namun semalam imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) jatuh, pertanda investor mulai membeli  obligasi yang dianggap lebih aman dari pada saham.

Harga emas juga turun US$ 16, hampir 1 persen menjadi US$ 1.725 per troy ounce. Emas yang biasanya naik jika saham jatuh karena dianggap lebih aman kini harganya juga jatuh. Banyak investor saat ini khawatir harga emas sudah mahal setelah melonjak 26 persen sepanjang tahun lalu.

AP/ VIVA B. KUSNANDAR